My Life is My Message

Beberapa pekan yang lalu diajakin shopping sama temenku ke Sri Ratu Madiun. Niatnya sih pengen beli jaket. Tapi yah namanya juga cewek, kalo udah belanja pasti laper mata. Kebetulan waktu itu ada dompet yang menarik mata kita berdua. Desainnya unik banget. Amplop… iya amplop… ini brand dari Milk Teddy bentuknya mirip banget sama amplop. Akhirnya kami berdua memutuskan untuk membeli dompet yang tidak direncanakan ini.

Tuuuh kan desainnya mirip banget sama amplop??? :D
Serius kece banget dah nie dompet <3 gag nyessel beli ini. Selain desainnya yang keren, nih dompet juga minimalis. Setelah berpuas diri membeli nih dompet, kami lanjut ke gramedia buat nyari kebutuhan kuliah. Dan kebetulan lagi dapet binder berwarna mocca yang juga ada gambar amplopnya ini. serasi dah tuh buat isi tas... :D
I <3 MOCCA

Read Users' Comments (0)

Hujan Abu Gunung Kelud Dijadikan Ajang Selfie

14 Februari 2014 mungkin menjadi moment valentine yang paling dikenang di Indonesia khususnya yang berada di sekitar Jawa Timur. Sekitar tengah malam terdengar jelas suara gemuruh beserta petir, saya sendiri berdomisili di Ponorogo. Sebagian warga yang tertidur perlahan mulai tersadar dan keluar rumah untk mencari tahu sumber suara tersebut, gelisah. Dan tak lama kemudian banyak abu berterbangan jatuh dari langit yang saat itu sedang mendung beserta kilatan petir yang memancar. Ternyata suara gemuruh dan abu tersebut bersumber dari letusan gunung Kelud, Kediri. Keesokan harinya ketika bangun tidur dan mengecek handphone, saya memperoleh pesan singkat dari teman saya yang kuliah di Surabaya menanyakan kabar Ponorogo apakah disini terjadi hujan abu juga seperti di Surabaya atau tidak. Saya langsung melihat kearah jendela kamar, dedaunan dekat jendela kamar ternyata sudah merunduk dipenuhi oleh abu.
Tak puas dengan pemandangan tersebut sayapun langsung keluar rumah dan melihat keadaan sekitar. Jalan raya sudah berubah menjadi tepi pantai. Tak terlihat warna hitam aspal, melainkan hanya putih bak pasir pantai. 
‘Beranda Facebook saya pasti dipenuhi abu juga,’ pikir saya mengingat rakyat negeri Facebook yang alay. Dan ternyata dugaan saya benar. Semua status di beranda Facebook penuh dengan status tentang hujan abu. Karena ada suatu urusan di kampus, sekitar pukul 10.00 WIB saya nekat pergi ke kampus dengan kondisi abu yang berterbangan dan jalan yang lumayan licin. Dan seperti inilah kondisi saat itu.

Kebetulan saya kerja sambilan di warnet, otomatis kerjaan saya ya online, dan tau sendirilah kalau ada akses internet kebanyakan sih yang pertama kali dibuka adalah facebook (termasuk saya). Dan kembali beranda Facebook saya masih penuh dengan abu vulkanik. Tapi bedanya kali ini banyak yang mengunggah foto daripada menulis status. Tapi yang membuat saya geli adalah banyak yang mengunggah foto narsis diri mereka alias foto selfie. Seperti ini.


Yang saya pikirkan saat melihat foto tersebut adalah ‘apa yang mereka pikirkan kok bisa-bisanya disaat ada musibah bukannya prihatin dengan saudara kita yang ada disekitar Kediri malah senang dan ngeksis di Facebook?’. Serius enggak paham. Apakah sudah separah ini demam selfie menjangkit bangsa kita? Bukankah seharusnya bencana dijadikan ajang kita untuk intropeksi dan bebenah diri?

Read Users' Comments (0)

Hotspot Area Menjamur, Warung Internet Tak Sepi Pengunjung


            Dewasa ini, semakin banyak fasilitas free wifi di tempat-tempat umum maupun di instansi terutama disekolah yang telah menjadi fasilitas wajib. Masyarakatpun sudah banyak yang mempunyai gadged seperti leptop, tablet, dan smartphone yang mudah untuk dibawa dan dapat disambungkan pada jaringan wifi. Fasilitas wifi yang disediakan sangatlah membantu masyarakat untuk mengakses internet dengan mudah khususnya bagi kalangan pelajar yang sangat membutuhkan internet unuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
            Tetapi, walau sudah banyak tempat-tempat umum yang sudah menyediakan fasilitas hotspot area, namun bisa kita lihat warnet (warung internet) tidak pernah sepi dari pengunjung. “Alhamdulillah… Warnet ini tidak sepi pengunjung, walaupun memang ada penurunan tapi hanya 2-3% saja. Masih banyak masyarakat yang tidak memiliki gadged untuk disambungkan ke jaringan wifi sehingga memilih warnet sebagai alternative untuk mengakses informasi di internet,” terang Erick Ma’ruf Pradana operato Cheetos.net utara pasar Mlarak, Ponorogo (24/11/2013). “Dan kalau malam biasanya lebih ramai soalnya tarifnya beda. Kalau pagi sampai siang tarif mulai Rp2.000,00 – 3.000,00/jam, sedangkan malam Rp1.500,00 – 2.000,00/jam tergantung kebijakan pemilik warnet. Kami buka dari jam 7 pagi sampai subuh jam 4. Sehari bisa sampai Rp450.000,00 – Rp500.000,00. Sedangkan karyawan ada 3, masing-masing dapat sift selama 7 jam.” lanjutnya.
            Selain dari segi harga, warnet-warnet yang berdiripun sibuk berlomba-lomba meningkatkan mutu dan fasilitas agar tidak kalah saing dengan warnet yang ada disekitar. Dari segi fasilitas, kini warnet juga menyediakan toilet dan mushola untuk para pengunjung. Selain itu disediakan pula makanan ringan dan minuman dingin agar pengunjung tidak perlu repot keluar untuk membeli makanan dan minuman jika lapar dan dahaga melanda. Sedangkan dari segi mutu, warung internet biasanya menyediakan tempat yang nyaman serta koneksi internet yang cepat. Dengan sarana dan prasarana tersebut pengunjung akan lebih nyaman dan cenderung betah berlama-lama diwarnet. “Warnet kami sendiri menyediakan 15 PC browsing dan 12 PC game online,” kata pria yang sudah bekerja sebagai operator selama enam bulan ini.
            Tentunya promosi juga sangat diperlukan dalam usaha warung internet ini selain peningkatan mutu dan fasilitas. “Untuk promosi, biasanya menggunakan jasa iklan di radio, spanduk, banner, dll. Tapi kebanyakan sih lewat mulut ke mulut. Jadi kalau ada pengunjung yang puas dengan kualitas dan kuantitas dari warnet kami, mereka akan menceritakan kepada teman-temannya. Dan untuk pengunjung kebanyakan dari kalangan pelajar,” jelas Erick.
            Memang saat ini warung internet telah menjadi tempat favorite para pelajar. Bukan hanya untuk mencari tugas sekolah atau untuk sekedar chatting. Tapi tak banyak juga para pelajar memanfaatkan warnet sebagai tempat untuk bolos sekolah bahkan berbuat mesum di warnet. “Untuk mengantisipasi hal-hal tersebut, warnet kami telah kami sediakan CCTV agar pengunjung tidak berbuat seenaknya dan kami juga bisa leluasa mengawasi gerak-gerik para pengunjung. Selain itu kami juga bekerjasama dengan pihak-pihak sekolah sekitar. Jadi kalau ada siswa yang masih menggunakan seragam ke warnet pada jam sekolah, kami akan langsung menghubungi pihak sekolah tersebut,” jelasnya.

Read Users' Comments (0)

BIOTEKNOLOGI (presentasi PowerPoint)

Read Users' Comments (1)komentar

puisi Rasa



RASA

Satu pesan darimu sungguh berarti bagi ku,
Satu kata darimu sungguh bermakna bagi ku,
Satu senyummu mampu mengalihkan dunia ku,
Kaulah senyum ku,
Kaulah cahaya ku,
Kaulah darah ku,
Kaulah pemilik hati ku,
Kaulah hidup ku,
Dan kaulah rasa ku,
Rasa ku tak kan pernah pudar untuk mu,
Walau rotasi bumi terus berputar,
Mengukir hari demi hari,
Menulis hitam diatas putih,
Debu yang mengotori lembaran hati ini,
Kian lama kian tebal,
Kian kusam,
Terkadang aku takut akan rasa ini,
Rasa yang selalu membelenggu hidupku,
Aku takut kau tak bahagia dengan ku,
Aku takut tak bisa memberi yang terbaik untuk mu,
Dan aku takut akan kehilangan mu,
Semakin hari rasa ku semakin bertambah,
Aku tak kuasa menghentikan semua ini,
Aku ingin menghapus rasa ini,
Namun, sungguh ku tak sanggup,
Dan maafkan aku telah mencintaimu.

Read Users' Comments (1)komentar

puisi Nada


   NADA

Nada-nada yang ku lantunkan untuk mu
Hanya untuk mu
Terlintas dalam benak ku
Suatu keinginan yang membara
          Asap yang mengepul dari bara itu
          Kini mulai menyesakkan dada
          Dan kini ku mulai tau
          Apa arti semua ini
Cita ku tak mungkin ku dapat
Raga ku tak mungkin bisa kuat
Kehidupan yang kini seakan mencelaku
Memaksa ku untuk semakin terpuruk
          Pedih yang ku rasa
Semakin menenggelamkanku dalam kabut hitam kelam ini
Semakin dalam, semakin dalam rasa ku ini
Rasa yang tak mampu ku bendung kini mulai meluap perlahan
Nada yang mengalun merdu perlahan mulai hilang
Lenyap entah kemana
Sunyi senyap ku rasa
Terkadang bayang mu mulai ku jaga
Nama :Oktafiani Berliansari
No absen : 16
Kelas : XII A3

Read Users' Comments (0)

Contoh Surat Lamaran Pekerjaan


Ponorogo, 10 Oktober 2012
Perihal        : Permohonan menjadi karyawan
Lampiran    : Lima lembar

Yth. Pimpinan TK Tadika Puri
Jalan Bali Nomor 92
Madiun

                 Dengan hormat,
              Berdasarkan iklan lowongan pekerjaan yang dimuat di surat kabar Jawa Pos tanggal 7 Oktober 2012, TK Tadika Puri memerlukan karyawan dalam bidang keguruan. Sesuai dengan jenis pekerjaan tersebut, saya mengajukan lamaran pekerjaan sebagai guru TK. Adapun identitas saya sebagai berikut,
nama                         : Oktafiani Berliansari,
tempat, tanggal lahir   : Ponorogo, 18 Oktober 1994,
pendidikan terakhir    : SMA, jurusan IPA,
alamat                       : RT 02/RW 01, Desa Joresan, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo.
                 Sesuai dengan persyaratan yang telah disebutkan dan latar belakang pendidikan, kiranya saya mempunyai kualifikasi yang cukup memadai untuk melakukan pekerjaan dalam bidang keguruan tersebut. Oleh karena itu, bersama ini saya lampirkan beberapa berkas yang menunjukkan kualifikasi saya yang dapat digunakan sebagai pertimbangan.
1. Fotokopi ijazah SMA.
2. Fotokopi transkripsi nilai.
3. Surat keterangan berkelakuan baik dari kepolisian.
4. Surat keterangan kesehatan dari dokter.
5. Daftar riwayat hidup.
                 Atas pertimbangan dan perhatian Bapak/Ibu terhadap surat lamaran ini, saya mengucapkan terima kasih.
Hormat saya,



Oktafiani Berliansari

Read Users' Comments (0)