Review Klinik Erha Madiun



(nyoba cream Erha punya temen)
Merasa lelah banget bertahun-tahun udah pakek produk skin care tapi gag ada yang ngefek sama sekali. Akhirnya pengen coba skin care yang mahal sekalian, siapa tau aja sesuai sama harganya. Pertama kali denger Erha klinik itu dari temen deketku yang kuliah di Madiun. Erha sendiri gag ada di kota ku, Ponorogo. Terdekat sih ya di Madiun. Karena kulitku yang terbilang sensitive banget, jadi sebelum memutuskan perawatan di Erha, aq nyoba pakek cream nya temenku dulu. Buat ngecek aja cream nya berefek ‘keras’ apa enggak di kulitku. Karena selama aku pakek produk skin care, kulitku selalu mengalami iritasi tepatnya di sekitar tepi hidung, garis tawa dan deket bibir. Padahal pemakaian creamnya gag aku ratakan sampai situ (sesuai anjuran dokter yang melarang pemakaian cream di daerah lingkar mata, tepi hidung dan tepi mulut dengan alasan memang kulit didaerah tersebut sangat sensitif). Tapi entah kenapa tetap saja iritasi terjadi dikulitku.
Resep cream dari temenku yang aku coba waktu itu terdiri dari:

Erha 2 Facial Wash for Oily Skin 60ml     = Rp 71.500
Acne Moisturizer Gel 2 15g (cream pagi)  = Rp 60.000
Erha 5 Evening Moisturizer for Sensitif Skin 10g (cream malam campur)  = Rp 90.500
Corrective Cream 50 10g (cream malam campur)                                        = Rp 71.500

Untuk nebus per jar nya aja mahal banget gitu yess sampek mencapai Rp 90.500 yang kalau di klinik lain pada umumnya itu udah bisa buat facial. *ngelus dompet trulala*

Hmm sebenernya sih ada 3 produk lagi yang gag aku tebus berdasarkan resepnya temenku itu. Yaitu Acne Foundation, Acne Gel dan Toner. Alasannya karena dari dulu kulitku paling gag bisa pakai toner karena berefek perih. Pas aku pakai produk dari erha ini, rasanya cream maupun facial wash nya berasa ringan banget diwajah, enak dan mudah meresap. Lanjut pemakaian sekitar seminggu lebih gag ada masalah sama sekali dengan kulitku. Dan berdasarkan testi dari temenku, kulitku jadi kliatan lebih bersih dan merona (tapi bukan merah kek kepiting rebus lho ya). Masuk ke pemakaian sebulan, kulitku balik ke asal dan creamnya udah sama sekali gag ngefek. Aku gunakan cream tersebut sampai habis kira-kira sekitar 3 bulan tapi yang ada malah kusem lagi. Tapi untuk creamnya sih aku ngerasa fine gag ada masalah, cuma masalahnya ya jadi gag ngefek sama sekali.

(konsultasi pertama di Erha)
Tapi tapi tapi… aku gag nyerah gitu aja. “Mungkin karena itu resepnya temenku jadi gag sesuai sama kulitku,” pikirku. Akhirnya pantang menyerah, sebelum berangkat KKN tepatnya bulan Agustus 2016, aku putuskan untuk konsultasi dengan dokternya langsung. Dokter yang menanganiku saat itu adalah Dr. Aulia. Dokter satu ini gag begitu banyak omong sih, akunya jadi gag begitu nyaman untuk menceritakan keluhan kulit aku selama ini. Dan sama dokternya juga gag dijelasin secara terperinci kegunaan dari cream-cream yang diresepkan untukku.
Waktu itu aku dikasih resep:
                Acne Gel 2 15g  = Rp 60.000
                Acne Foundation 4 15g  = Rp 88.000
                Acne Night Cream 2 15g = Rp 88.000
                Biaya administrasi = Rp 15.000
                Spatula Erha = Rp 3.500
Dan lagi-lagi ada 2 produk yang gag aku tebus yaitu AMG3 dan acne toner 0.5.

Aku pakai produk itu awal bulan Agustus 2016, tepatnya ketika aku KKN. Waktu itu aku mendapatkan tempat KKN di daerah dataran tinggi. Daaan masalahpun dimulai. Suhu yang dingin dan air yang benar-benar seperti air kulkas membuat kulitku jadi kering. Padahal ketika aku konsultasi dengan dr. Aulia saat itu keluhanku kulit yang berminyak. Mugkin karena produk creamnya gag sesuai dengan suhu lingkungan, kulit wajahku pun jadi makin kering, dan parahnya lagi, ketika pakai cream malam, muka berasa panas banget seperti efek terbakar. Dan memang benar, kulit wajah aku waktu itu benar-benar breakout mengelupas dan efeknya gosong. Padahal sempat berpikir kalau di daerah dingin bakalan jadi putih karena gag terpapar sinar matahari. Nyatanya justru sebaliknya. 😭

Teman-temanpun nyaranin aku untuk berhenti pakai produk tersebut karena sepertinya memang gag cocok dikulitku. Akupun menuruti saran mereka, selama 1 bulan KKN aku sama sekali gag pakai produk dari erha, aku malah beli pelembab Sari Ayu biar gag kering dan itu sangat membantu sih. Sampai KKN usai pun aku belum berani pakai produk erha lagi. Kurang lebih 2 bulan aku gag pakai produk skincare, biar kulitku istirahat sejenak.

(konsultasi ke-2 + nyoba treatment Acne Peeling)
Sampai akhirnya pada tanggal 8 Desember 2016 aku balik lagi konsultasi ke Erha Klinik. Kali ini dokternya beda, dokter yang praktek saat itu adalah dr. Fitri Firdausiya. Dokter Fitri ini sangat amat ramah dibandingkan dengan dokter Aulia. Dokter Fitri bener-bener bisa dicerewetin, akupun nyaman banget konsul problem kulit aku ke dia. Ketika memberi resep pun dia juga menjelaskan detail alasan penggunaan resep tersebut.

Kunjunganku kali ini aku memutuskan untuk treatment acne peeling. Ngebet banget pengen peeling karena temenku abis treatment ini wajahnya jadi cling glowing bangett duuuhhh bikin iri. Musti bener-bener harus nyisihin uang jajan buat bisa treatment kali ini.

Pertama dokternya ngasih semacam surat persetujuan untuk melakukan treatment ini yang harus aku tandatangani gitu… Selanjutnya sama asisten dokternya aku diantar masuk ke ruang treatment yang berada bersebelahan dengan ruang konsultasi. Pertama wajah dibersihkan dulu dari make up (tanpa proses ekstraksi komedo). Sebelum peeling dilakukan, untuk bagian yang sensitive seperti ujung bibir dan tepi hidung diolesi cream (mungkin semacam cream anti iritasi) sedangkan area lingkar mata ditutup kapas basah. Dan mulailah proses peeling yaitu dengan mengoleskan semacam gel keseluruh wajah. Nah untuk proses pengolesannya ini dokternya langsung yang menangani. Setelah rata, didiamkan selama kurang lebih 30 menit. Rasanya agak clekit-clekit gatel gitu sih… tapi untungnya disana udah disiapkan kipas untuk mengurangi rasa gatelnya itu. 30 menit berlalu, dibersihkan lagi wajahnya ari cairan peeling tersebut dan selesailah sudah. Overall sih prosesnya nyaman banget. Wajahpun berasa bener-bener fresh. Setelah itu turun ke lantai 1 menuju tempat terhorror yang bernama kasir. 😭 dan mendadak tipislah dompetku. 😭

Konsultasi skin = 50.000
Acne peeling = 395.000
AMG3 15g = 60.000
Acne Face Treatment for Sensitif Skin 15g = 71.500
Acne foundation 5 15g = 88.000

Kali ini semua creamnya aku tebus sesuai resep dokter biar hasilnya maksimal (kecuali obat oral dan cream acne totol), untuk toner aku gag diresepin karena aku bilang kalo pakai toner perih, dan untuk facial washnya masih ada sisa dirumah. Oh iya ada beberapa pantangan pasca peeling yaitu gag boleh pakai cream pagi dan malam selama 3 hari, sebagai gantinya cuma diperbolehkan pakai AMG3 nya aja biar gag terjadi iritasi, selain itu tidak diperbolehkan memakai make up, beraktivitas yang menimbukan banyak keringat dan menghindari sinar matahari. Yess pantangan itu aku jalankan dengan baik and guess what?

(effect Acne Peeling)
Wajah aku bener-bener glowing hanya dalam waktu 3 hari!!! It’s work! No, I think that’s really work. Gag rugi dong ngeluarin duit banyak kalau hasilnya bener-bener memuaskan gini. Banyak temen yang memuji perbedaanku ini, dan yang signifikan kelihatan perbedaannya adalah, bintik hitam diwajah aku mulai pudar dan minyak akupun berkurang. Duuuuhhh senengnyaaaa…. Oh iya banyak review yang aku baca efek selama 3 hari pasca peeling itu kulit jadi kemerahan, mengelupas, agak gatel dan perih, tapi itu tidak terjadi di kulit aku. Gag ada breakout sedikitpun di kulit aku. Wuah seneng banget deh pokoknya.

Dari situ mulai menyisihkan uang jajan lagi untuk treatment selanjutnya yaitu DPCT/facial. Facial di Erha ini harganyapun juga menguras kocek. Kalau pada umumnya facial harnya sekitar 100k, di erha ini 2x lipatnya yaitu sekitar 250k. duuuuhhh puas sama hasilnya tapi gag puas sama harganya. 😭 oh iya kata dokternya, treatment DPCT ini baik digunakan setelah peeling dikarenakan pasca peeling komedo akan banyak keluar, jadi untuk mencegah timbulnya jerawat lagi ya dengan DPTC ini.

(update terbaru sebulan setelah acne peeling di erha)
Sekitar 2 mingguan acne peeling di klinik Erha Madiun, aku mulai disibukkan dengan beberapa aktifitas yang cukup menimbulkan keringat berlebih sehingga mulailah muncul jerawat terutama dibagian dahi dan sekitar leher. Kali ini jerawatnya aneh. Yang biasanya sehari dua hari udah kempes, ini jerawatnya sampai seminggu. Itupun jerawatnya seperti mau muncul tapi seperti ketahan gitu, dan bekasnya bener-bener hitam gag normal. Finaly sekitar 3 mingguan aku konsul lagi ke erha. Sama dokternya cream pagiku diganti AF4 dan AMG2. Katanya sih cream ini cara kerjanya lebih kering dikulit biar jerawatnya kering.

Konsultasi skin     = 50.000
AMG 2                  = 70.000

Untuk AF4 nya punya ku masih sisa yang pertama konsultasi ke Erha itu, jadi gag aku tebus.
Jalan sebulan pakek cream itu aku ngrasa gag ada efek sama sekali, jerawat masih tetap dan malah makin kusam. Jadi aku putuskan untuk berhenti total dari cream Erha, padahal cream masih banyak duuuhhh 😭😭😭
Syedih.

Oiya, aku juga mau kasih review punya temenku. Dia yang aku ceritain diawal tadi, temenku yang memperkenalkan aku pada Erha, ternyata diapun juga berefek yang sama dengan aku, tapi punya dia lebih parah.

Jadi ceritanya sekitar semingguan pasca acne peeling, dia liburan ke pantai, panas-panasan gitu. Dan jerawatpun mulai bermunculan parah, tipe jerawatnya sama persis seperti punyaku, hitam aneh gitu dan awet gag sembuh-sembuh, padahal sebelumnya dia jarang banget jerawatan. Dan perlu diingat, temenku itu adalah pengguna setia Erha selama setahun, dan wajahnya baru bermasalah setelah treatment peeling. Setelah itu dia memutuskan untuk acne peeling lagi untuk menghilangkan jerawat tersebut. Selama sebulan kulitnya mulai membaik, tapi jalan sebulan kulitnya breakout jerwatan lagi, dan lebih parah dari sebelumnya, lebih rata diwajah. Sama dokternya disarankan buat DPTC, dan dia pun melakukan treatment tersebut. DPTC mulai ngefek, jerawat mulai mendingan dan halus. Tapi setelah itu temenku memutuskan untuk benar-benar lepas dari Erha. Yup, dan akhirnya kamipun sekarang lepas total dari Erha.
Bye bye Erha… 🙋🙋🙋

(kesimpulan)
Kelebihan:
+ Cream Erha lebih ringan di kulit.
+ Facial Wash nya tidak ringan, tidak perih, tidak kering, tapi work it banget ngilangin minyak dan membersihkan make up. Kecil tapi awet dan penggunaannyapun cukup sedikit tapi busanya sudah banyak.
+ Ada cream khusus untuk sensitive skin.
+ Hasilnya cepat.
+ Tempatnya sangat amat nyaman, suka banget.
+ Benar-benar merasa personal dermatology seperti slogannya Erha.
Kekurangan:
-          - Cream berbau obat yang sangat menyengat dan berasa pahit banget.
-          - Cream terlalu banyak jadi tidak praktis.
-          - Konsultasi harus bayar lagi padahal bukan dokter spesialis (klinik Erha Madiun)
-          - Cream dan treatment nya mahal, tidak cocok dikantong pelajar.

Terimakasih Erha telah memberikan pengalaman skin care yang nyaman dan memuaskan. Tapi kalau untuk jangka panjang sepertinya aku harus move on dari kamu deh.😗😗😗😗

Read Users' Comments (0)

Review Cream Klinik Dr. Rully, SpKK Ponorogo


Dokter Rully ini udah terkenal banget di kota ku, Ponorogo. Pertama denger nama dokter Rully ini dari jaman aku SMA. Temen-temenku banyak yang perawatan wajah disana dan emang bener mereka kinclong-kinclong. Tidak hanya anak SMA, Dokter Rully ini pasarannya juga banyak ibu-ibu. Aku sendiri waktu itu belum berani perawatan ke dokter soalnya ya tau sendirilah kantong pelajar cuma cukup buat uang jajan aja. Aku baru berani nyoba perawatan disana kalau gag salah pas semester 5 karena ngiri sama temenku yang mukanya kinclong banget dengan waktu yang bisa dibilang singkat. Pas aku tanya ternyata dia perawatan di Dokter Rully. Dan berangkatlah saya ke sana.
Jadi di dokter Rully ini sebelum melakukan konsultasi harus daftar dulu hari Senin pagi. Kalau gag pagi, jadwalnya keburu penuh. Disitu kita bisa memilih jadwal dari hari Senin – Jumat (kalau gag salah inget) kalau yang milih pagi bisa konsul pukul 07.00 – 09.00 dan kalau malam pukul ..… (ehm mendadak lupa soalnya gag pernah konsul malam) :p
Oh iya ketika daftar untuk pertama kalinya, aku disuruh ngisi formulir identitas diri terlebih dahulu, kemudian dikasih kartu semacam kartu member gitu. Jadwal konsultasipun tiba. Pertama datang langsung menunjukkan kartu member ke resepsionisnya dan bilang bahwa sudah buat janji sama dokternya. Setelah itu kita nunggu giliran dipanggil. Nah yang bikin aku kaget, ternyata sekalinya manggil itu langsung 4 orang. Jadi ketemu dokter dan konsultasinya itu ya bareng-bareng 4 orang, bukan secara personal seperti kebanyakan klinik kecantikan pada umumnya. Tapi ya gag heran juga sih mengingat Dokter satu ini yang jadwalnya memang bisa dibilang padat. Beliau juga dokter praktek di RSUD Dr. Hardjono Ponorogo dan juga RSU Darmayu Ponorogo.
Setelah dipangil kami berempat duduk sesuai urutan yang diminta dokter Rully. Biasanya dokternya mengelompokkan sesuai dengan kondisi kulit biar nanti jelasinnya gampang. Setelah pasien menjelaskan permasalahannya masing-masing, dokter memberi tahu cream apa saja yang perlu dipakai beserta cara pemakaiannya. Disitu dokternya bilang ke semua pasien kalau pada pemakaian cream kulit menjadi merah itu wajar yang disebabkan bereaksinya cream tersebut. Seusai konsul disitu kita disuruh bayar uang konsultasi sebesar 50k. Setelah itu asisten dokter pun memberikan kertas yang berupa resep cream yang akan ditebus. Waktu itu kalau gag salah aku dapet cream pagi yang berupa sunblock, cream malam yang berupa acne cream yang kemasannya seperti salep (bukan jar) dan juga facial wash yang kemasannya warnanya putih. Pas udah dikasir ternyata cuma habis gag sampai 250k pokoknya, aku lupa tepatnya berapa. Menurutku tergolong murah sih dengan dokter yang tergolong terkenal ini, dokter specialis pula.
Untuk facial wash nya aku suka banget karena cocok sama kulit aku. Gag menimbulkan panas, gatal ataupun alergi sama sekali. Dikulit juga keset tapi gag bikin kering. Untuk sunblock nya aku gag suka, karena bikin kulit oily banget kek orang belum mandi gitu. Acne cream nya dipakai malam sebelum tidur dioles rata.
Sekitar semingguan pakek entah kenapa kulit aku malah alergi. Iya sih aku memang punya riwayat alergi makanan seperti ayam, telur dan seafood. tapi ini malah kambuh lagi padahal aku gag mengkonsumsi ketiga allergen itu. Akhirnya aku konsul lagi deh tuh. Kali ini gag bayar untuk konsul, karena ternyata bayar 50k nya hanya untuk konsul pertama aja. Untuk konsul selanjutnya gretong ya guys… Sama dokternya dikasih resep obat minum juga yang cara minumnya 3 hari pertama diminum 3x, 3 hari kedua diminum 2x, dan 3 hari terakhir diminum 1x degan harga 25k. Selain itu aku juga dikasih cream anti iritasi yang jar nya ukurannya kecil mungil warnanya pink, dipakai hanya 3 hari aja. Dan benar saja alergi ku pulih.
Sebulan selanjutnya aku mengalami masalah lain yaitu kulit bagian garis tawa sama dagu gosong karena iritasi, mungkin karena creamnya yg terlalu keras kali ya? Dan konsullah lagi saya untuk ketiga kalinya. Ketika konsul dokternya juga bingung kok bisa iritasi kek gitu. Katanya mungkin pas bersihin wajah aku terlalu keras gosok pakai handuknya. Terus sama dokternya dikasih Bleaching 5 yang dipakai berselingan dengan acne cream. Fungsinya Bleaching 5 ini untuk menyamarkan bekas hitam akibat iritasi itu tadi.
Kurang lebih 2 bulanan lebih sampai cream ku habis dan beli cream lagi, belum ada perubahan sama sekali. Malah kulitku makin merah dan oily banget. Sampai pada saat temenku ada yang comment “kok malah makin kusam gitu sih kulit kamu?” Dan akhirnya saya memutuskan untuk berhenti dari produknya Dr. Rully, padahal creamku baru beli lhooo (T,T)
Seperti produk kosmetik lainnya, setiap perawatan itu juga cocok-cocokan ya… gag semua orang cocok dengan produk A, tapi banyak pula yang cocok. Tiap klinik pasti punya formula creamnya sendiri, tergantung kondisi kulit masing-masing bisa menerima zat tersebut apa tidaknya. Kalau saya sendiri sih gag cocok, entah yang lain. Aku cuma share pengalaman aku aja lho ya… Tidak untuk menjatuhkan suatu produk ataupun membuat ragu bagi yang akan kesana. Namanya juga review.

Nah setelah benar-benar lepas total dari cream ini untungnya wajah aku gag terlalu mengalami masalah purging. Hanya saja alergiku kambuh dan makin banyak bitnik hitam yang terlukis diwajahku. (T,T) Tapi anehnya, ada adek tingkat ku yang bilang “mbak kamu berhenti perawatan ya? Kenapa berhenti mbak? Padahal udah bagus dan cantik lho waktu itu.” Aku jawab aja “Cantik apanya? Orang oily kusam banget gitu kok (T,T) .” Trus dia bilang “egag kok mbak, bagus waktu itu serius deh.” Hmm mungkin dia liatnya pas awal-awal pemakaian kalik ya? 

Read Users' Comments (0)

TIPS CEPAT MENGGEMUKKAN BADAN TANPA OBAT

Loha loha…
Udah lama banget nih gag nengokin nih blog. Terakhir posting jaman semester 1 dan sekarang udah ngurus skripsi aja. Haha… Gag berasa udah semester tua. :’)
Postingan saya kali ini bakal ngebahas pengalaman saya yang awalnya ‘si kurus’ menjadi ‘si gendut’. Jadi saya ini emang udah kurus dari lahir, kurus banget malah. Emang dasarnya ortu kurus, ditambah aku emang susah banget makan, gag suka ngemil, makanpun juga pilih-pilih banget, plus dari SD emang suka begadang nontonin movie di TV yang notabene jam tayang mulai jam 21.00 – 23.00 kadang kalau filmnya bagus bisa sampek jam 01.00 pun betah.
Selama jadi ‘si kurus’ ini kebanyakan dukanya ketimbang sukanya (malah sama sekali gag ada sukanya). Waktu masih kecil sih gag banyak masalah yg aku rasain, tau sendiri kan kalau masih ingusan mah cuek-cuek aja. Dan permasalahanpun dimulai ketika menginjak kelas 5 SD (wis lekas cetho). Intinya sih disitu aku mulai merasakan yang namanya bully, iya bully itu menyakitkan dan bikin trauma tersendiri lhooo.
Lanjut ke jenjang SMP, no more bullying. Temen-temenku menerima apaadanya aku, dan itu benar-benar membuat aku nyaman. Hari-hariku aku isi dengan kegiatan positif yaitu dengan aktif mengikuti ekstrakulikuler.
Masuk ke SMA, ditahap ini pemikiran mulai dewasa tentu saja tidak ada yang berkomentar tentang tubuh kurus tinggiku ini. But the problem is, ketika ada seleksi buat Paskibra Kabupaten (iya sih tingkatannya masih Kabupaten tapi seleksinya juga gag sembarangan lho). Jadi waktu itu jam istirahat, aku dipanggil sama kakak kelasku dan dia ini Purna Paskibra tingkat Kabupaten. Dia bilang setelah ini kumpul di depan lab komputer untuk pemilihan siapa saja yang bakal jadi perwakilan sekolah buat ikut seleksi tahap selanjutnya. Disitu diukur tinggi badan dan berat badan masing-masing siswa. Tinggi badan aku saat itu 165 cm. Sedangkan berat badan Cuma 44 kg. Iya only 44 kg. Dengan tinggi yang segitu dan berat badan yang segitu sudah jelas badan aku gag proposional dan guru aku yang menyeleksi saat itu menyatakan aku gugur. Huhuhu… Syedih yess (T.T) Padahal jadi Paskibra itu udah cita-citaku dari SD lhooo… bisa rasain kan ya cita-cita yang ibaratnya belum sampai ke ‘medan perang’ aja udah harus gugur gara-gara kurus. :’( so sad. Dari situ aku mulai termotivasi buat gemukin badan. Saat itu mulai program penggemukan, targetnya sih bisa tembus 50kg. Waktu itu sempet naik cuma 2 kg aja. Setelah itu harus turun kembali gara-gara aku sakit. (T.T) iya sakit. Jadi jaman sekolah aku emang gampang banget sakit. Dan program penggemukan pun berhenti cukup sampai disitu. Pasrah aja lah :’)
Tahun 2013 aku lulus SMA dan mulai masuk kuliah. Ciiieee jadi mahasiswa. :p Di semester awal, aku kerja sambilan jaga warnet di deket rumah. Lumayan sih buat nambah uang jajan. Tapi disitu pola makan aku jadi makin gag teratur. Shift kerjaku mulai jam 14.00 – 21.00. disana gag dijatah makan. Kadang kalau sempet sih pulang kuliah makan siang dulu di rumah, trus sambil bawa bekal jajan juga buat ganjel perut malam, itupun kalau sempat. Kalau enggak pulang kuliah ya langsung ke kerjaan dan baru makan pas udah pulang. Ditambah kadang kalau ada tugas kuliah, pulang kerja ngerjain tugas dan baru bisa tidur jam 1 an. Makin kurus dah tuh. (T,T)

Semester 2 aku resign dari kerjaanku dan mulai menikmati masa-masa kuliahku. Yap, di semester 2 inilah transformasi ku dari ‘si kurus’ menjadi ‘si gendut’ dimulai. Jadi ceritanya pas saat itu entah kenapa aku benar-benar merasa frustasi pengen banget gemukin badan. Diawali dari niat yang nawaitu banget, program penggemukan badanpun dimulai. Berikut tips menggemukkan badan secara instan tanpa obat.
  1. Niat. Poin pertama ini menurutku adalah point paling penting. Paling tidak kamu harus mempunyai motivasi yang benar-benar kuat untuk mendukung niatan kamu ini.
  2. Pastikan mood kamu terkontrol dengan baik. Ini juga point penting karena point ini dapat menentukan nafsu makan kamu. Kalau aku pribadi sih kalau lagi stress gag nafsu makan. Jadi usahakan bahagia terus ya guys. Atau minimal kalau memang lagi ada masalah gag usah terlalu difikirin. Dibawa santai ajah.
  3. Jangan begadang. Ada benernya lho lagunya Bang Haji Rhoma Irama yang liriknya ‘begadang jangan begadang… kalau tiada artinya.’ Kenapa? Karena dapat mempengaruhi metabolisme tubuh. Orang yang tidurnya skitar jam 21.00 maka metabolisme tubuhnya akan baik, jadi bangun juga bisa fresh. Itu secara ilmiahnya. Nah kalau berdasarkan pengalaman saya pribadi, kalau aku begadang aku malah merasakan kelaparan dan karena malem jadi males buat makan. Jadi bisa dibilang aku tidur dalam kondisi lapar. Kalau lapar otomatis cadangan lemaknya berkurang juga kan ya buat ngeganti energinya.
  4. Tambah porsi makan. Waktu itu karena aku terobsesi banget pengen gendut, aku nambah porsi makan. Yang tadinya cuma sepiring kecil, sekarang aku ganti jadi piring besar dengan isian penuh (baca: porsi kuli). Awalnya emang nyiksa banget sih, berasa begah di perut, mual, tapi ya kembali ke point pertama tadi. Karena emang udah bener-bener niat, jadi ya dibisa-bisain.
  5. Ngemil. Usahakan ya ditiap waktu luang, kamu pegang camilan. Pas nonton TV misal, secara tidak sadar mulut gag bakal berhenti ngunyah.
  6. Jangan sampai lapar. Tiap kali mulai merasa lapar, segera makanlah sesuatu. Jangan sampai kamu baru benar-benar lapar. Dengan begitu cadangan lemak akan tetap stay di tubuh sehingga ketika tubuh mulai membutuhkan energy, langsung ambil makanan yg baru kamu santap, bukan lemak yg sebagai cadangan.
  7. Perbanyak minum air putih. Dulu sempet liat iklan kalau 80% (kalau gag salah inget) dari tubuh kita itu terdiri dari air. Jadi dari situ aku menyimpulkan kalau pengen nambah berat badan ya musti nambah asupan air juga.
  8. Lakukan tiap tahap diatas hingga menjadi kebiasaan. Nah ini nih, lakukan terus secara konsisten tahapan diatas hingga menjadi sebuah kebiasaan. Awalnya sih emang berat banget dengan semua hal tersebut, tp ketika udah jadi kebiasaan bakal enak kok. Kesimpulanku sih, entah itu mau kurus atau mau gendut, sebenarnya semua itu tergantung dari kebiasaan dari masing-masing individu.
Dengan melakukan tahapan-tahapan diatas, aku sendiri berhasil naik kurang lebih 10 kg dalam waktu singkat. Tiap bulan aku bisa naik 2-3 kg secara continue. Oh iya btw, selama program tersebut aku sama sekali tidak mengkonsumsi ayam, telur, dan seafood karena semenjak semester 1 aku difonis punya alergi sama ketiga makanan tersebut. Untuk pengganti asupan protein aku mengganti ketiga bahan tersebut dengan susu dan daging merah.

Ini foto before afternya.
tapi plis banget nih foto jangan dicuri buat jualan obat penambah berat badan lho yaaa, inget UU ITE.

itu tulang doank (T,T)



iya tiap kali berat badan nambah pipi duluan yang bengkak. (T,T)


udah kayak emak-emak abis lairan (T,T)




Btw setelah berhasil gemuk, ada beberapa problem yang muncul. salah satunya yaitu perut buncit. nah buat tips supaya perutnya gag terlanjur buncit kek saya, setelah makan jangan langsung tidur ya... usahakan minimal 1 jam setelah makan baru boleh tidur. dan jangan lupa gunakan korset biar perutnya juga gag ikutan gendud. (T,T)

Selain perut buncit, aku juga mengalami masalah strechmarch yang parah banget dibagian betis sama paha aku dikarenakan pas transformasi dari kurus ke gemuk, aku maksa pakek jeans yg ukuran jaman aku kurus. dan bukannya jeans nya yang melar, tapi malah kulit aku yang kalah. (T,T)




mengerikan yess (T,T)

Berat maksimal yang udah aku capai yaitu 65 kg. Nah karena banyak temen-temen ku yang pada komplain katanya udah kegemukan, jadi pas usai KKN tgl 31 Agustus 2013 aku mulai menerapkan pola makan yang biasa aja. selain itu waktu itu aku kecapekan banyak kegiatan dan berbagai macam laporan yang cukup menguras tenaga dan pikiran yang bikin aku drop dan harus sakit selama 2 minggu sehingga aku kurusan lagi. berat aku sekarang 60 kg. dan kata temen-temen sih udah ideal segini.

ini foto sampai aku nulis blog ini










Read Users' Comments (0)

Lagu Kebangsaan Sebagai Identitas Nasional

MAKALAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
“LAGU KEBANGSAAN SEBAGAI IDENTITAS NASIONAL”




 

Disusun Oleh:
-      Oktafiani Berliansari
-      Indra Martian
-      Muhammad Safi’i
-      Havinosa

Dosen Pengampu:
Diyah Antarukmi, M.H.


FAKULTAS TEKNIK/ JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA 2A
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
PONOROGO
TAHUN AJARAN 2014


KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan limpahan rahmat dan hidayahNya sehingga kami bisa membuat artikel tentang Identitas Nasional. Semoga artikel kami ini bisa bermanfaat. Namun kami yakin artikel kami ini masih jauh dari kesempurnaan. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada dosen pengampu kami Ibu Dyah Antarukmi, M.H. yang telah memberikan materi dan pengarahan kepada kami.

Ponorogo, 27 Maret 2014

                                                                                      Penyusun   



DAFTAR ISI
·      Halaman Judul ........................................................................................................   i
·      Kata Pengantar .......................................................................................................   ii
·      Daftar isi .................................................................................................................   iii
·      Bab I : Pendahuluan
A. Latar Belakang Masalah ....................................................................................   1
B. Rumusan Masalah ..............................................................................................   2
C. Tujuan ................................................................................................................   2
D. Metode Penulisan ..............................................................................................   2
E. Sistematika Penulisan  ........................................................................................   2

·      Bab II : Pembahasan
A. Pengertian Identitas Nasional ............................................................................   4
B. Perlunya Suatu Negara Mempunyai Lagu Kebangsaan Sebagai Identitas
    Nasional ..............................................................................................................   5
C. Searah Lagu Indonesia Raya Sehingga Bisa Menjadi Identitas Nasional  ........   6
D. Makna Lagu Indonesia Raya .............................................................................   7
E. Faktor Bangsa Indonesia Seringkali Melupakan Lagu Indonesia Raya .............   10
F. Solusi yang Ditawarkan Untuk Mengatasi Masalah Identitas Nasional ............   11
·      Bab III : Penutup
A. Kesimpulan ........................................................................................................   13
B. Saran ..................................................................................................................   14
·      Daftar Pustaka ........................................................................................................   15


 BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
            Identitas Nasional merupakan pengertian dari jati diri suatu Bangsa dan Negara, Selain itu pembentukan Identitas Nasional telah menjadi ketentuan yang telah di sepakati bersama. Identitas nasional Indonesia sendiri meliputi:
1.      Bahasa Nasional atau Bahasa Persatuan yaitu Bahasa Indonesia
2.      Bendera negara yaitu Sang Merah Putih
3.      Lagu Kebangsaan yaitu Indonesia Raya
4.      Lambang Negara yaitu Pancasila
5.      Semboyan Negara yaitu Bhinneka Tunggal Ika
6.      Dasar Falsafah negara yaitu Pancasila
7.      Konstitusi (Hukum Dasar) negara yaitu UUD 1945
8.      Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat
9.      Konsepsi Wawasan Nusantara
10.  Kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai Kebudayaan Nasional
Di dalam makalah ini, kami akan membahas lebih jauh tentang identitas nasional berupa lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setiap hari Senin saat diadakannya upacara bendera di sekolah-sekolah lagu Indonesia Raya menjadi lagu wajib yang dikumandangkan. Namun, ternyata banyak pula bangsa Indonesia sendiri bahkan para petinggi negeri yang tidak hafal dengan lagu yang menjadi identitas nasional ini.
Banyak masyarakat yang bersikap tak peduli dengan identitas nasional ini. Padahal, sebagai bangsa harusnya kita menjunjung tinggi dan mempertahankan apa yang telah ada, bukan melupakannya. Lagu Indonesia Raya sendiri adalah sebuah saksi bisu atas perjuangan bangsa ini untuk mempertahankan negara NKRI.
Maka dari itu Identitas Nasional sangatlah penting untuk dipelajari hingga diterapkan pada kehidupan sehari–hari. Agar Masyarakat di Negara ini dapat lebih menghargai dan mencintai negaranya sendiri.


B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud identitas nasional?
2.      Mengapa suatu negara perlu mempunyai lagu kebangsaan sebagai identitas nasional?
3.      Bagaimana sejarah lagu Indonesia Raya sehingga  bisa menjadi Identitas Nasional?
4.      Apa arti dan makna yang terkandung dalam lagu Indonesia Raya?
5.      Mengapa bangsa Indonesia sendiri seringkali melupakan bahkan menganggap bahwa lagu Indonesia Raya tidak penting?
6.      Apa solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah tersebut?

C.     Tujuan
1.      Mengetahui sejarah yang terkandung di dalam salah satu Identitas Nasional Indonesia.
2.      Menumbuhkan rasa cinta tanah air dan lebih menghargai negara sendiri.

D.    Metode Penulisan
Dalam penulisan makalah ini penulis menggunakan metode penjabaran materi, adapun teknik yang digunakan yaitu studi browsing internet dan sumber lain untuk mendapatkan data untuk pembuatan makalah ini.
E.     Sistematika Penulisan
BAB I             : Pendahuluan, yang terdiri dari latar belakang, perumusan
masalah, tujuan penulisan, metode penulisan, dan sistematika penulisan.
BAB II              : Pembahasan, yang terdiri dari pengertian idenitas nasional, alasan suatu negara mempunyai lagu kebangsaan sebagai identitas nasional, sejarah lagu Indonesia Raya sehingga  bisa menjadi Identitas Nasional, makna lagu Indonesia Raya, faktor bangsa Indonesia sendiri seringkali melupakan bahkan menganggap bahwa lagu Indonesia Raya tidak penting, solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah identitas nasional.
BAB III          : Penutup, yang terdiri dari kesimpulan dan saran
Daftar Pustaka


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Identitas Nasional
Sebelum menjelaskan pengertian identitas nasional, terlebih dahulu dijelaskan pengertian tentang identitas. Dari segi bahasa, kata identitas diambil dari bahasa inggris yaitu identity yang diartikan sebagai ciri-ciri, tanda-tanda atau jatidiri. Jika diindonesiakan maka menjadi identitas yang memiliki dua artian. Pertama, dapat diartikan sebagai suatu identitas yang menunjukkan ciri-ciri yang telah melekat pada seseorang atau suatu benda. Kedua, dapat diartikan sebagai identitas yang berupa surat, yang dapat menjelaskan tentang kepribadian seseorang dan riwayat hidup seseorang tersebut.
Menurut Parsudi Suparlan, identitas atau jatidiri dapat diartikan sebagai “pengenalan atau pengakuan terhadap seseorang yang termasuk dalam suatu golongan yang dilakukan berdasarkan atas serangkaian ciri-ciri yang merupakan suatu satuan bulat dan menyeluruh, serta menandainya sehingga ia dapat dimasukkan dalam golongan tersebut.”
Negara merupakan suatu alat (agency) dari masyarakat, yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan antar manusia dan menertibkan gejala adanya kekuasaan dalam masyarakat. Selain itu, Negara juga dapat diartikan sebagai suatu organisasi dalam suatu wilayah dapat menjalankan kekuasaan yang dimilikinya terhadap kekuasaan lainnya yang ada diwilayah tersebut. Kekuasaan yang dimiliki suatu Negara tersebut tentunya dilandasi dengan sistem hukum dan melalui perantara pemerintah beserta jajarannya.
Oleh karena itu, identitas nasional dapat diartikan sebagai kepribadian nasional, yang diambil dari bahasa inggris yaitu national identity. Kepribadian nasional atau jatidiri nasional adalah jatidiri yang telah dimiliki suatu bangsa, yang juga diadopsi dari nilai-nilai budaya dan nilai-nilai agama yang telah diyakini bangsa tersebut tentang kebenarannya.



B.     Perlunya Suatu Negara Mempunyai Lagu Kebangsaan Sebagai Identitas Nasional
Setiap bangsa di dunia ini memiliki lagu kebangsaannya. Lagu kebangsaan itu bukanlah sekedar merupakan lagu untuk keindahan belaka, tetapi merupakan ungkapan dan cetusan cita-cita nasional bangsa yang bersangkutan. Ia merupakan sublimasi api perjuangan bangsa dalam mencapai cita-cita nasional dan mempertahankan kemerdekaan dan kehormatan bangsa.
a. Setiap bangsa gembira, bersemangat dan bangga apabila mendengar lagu kebangsaannya dinyatakan dan didengungkan dan mereka menghormatinya dengan khidmat.
b. Suatu insiden antara dua bangsa akan terjadi apabila suatu bangsa mempermainkan atau menghina lagu kebangsaan bangsa lain. Penghinaan terhadap suatu lagu kebangsaan dirasakan sebagai penghinaan terhadap bangsa pemilik lagu kebangsaan itu. Dalam hubungan internasional antara bangsa-bangsa di dunia, maka setiap bangsa berkewajiban untuk menghormati bangsa lain.
c. Lagu kebangsaan Indonesia Raya adalah milik bangsa Indonesia. “Indonesia Raya” merupakan ungkapan dan cetusan cita-cita nasional bangsa Indonesia. Ia merupakan sublimasi api perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai dan mempertahankan kemerdekaan dan Negara Indonesia. Ia merupakan pula pemersatu bangsa dan tekad bangsa Indonesia.
d. “Indonesia Raya” yang berkumandang di seluruh pelosok tanah air Indonesia selama perang kemerdekaan di Indonesia, telah mengorbankan semangat dan keberanian rakyat dan pemuda Indonesia untuk bertempur sampai titik darah penghabisan dalam mempertahankan dan menegakkan kemerdekaan, meskipun mereka hanya menggunakan bambung runcing untuk melawan tentara colonial yang bersenjata modern. Oleh karena itu bagi bangsa Indonesia, lagu kebangsaan Indonesia Raya dan bendera kebangsaan Sang Merah Putih adalah kehormatan bangsa dan Negara Indonesia.

C.    Sejarah Lagu Indonesia Raya Sehingga Bisa Menjadi Identitas Nasional
            Tanggal 28 Oktober 1928 malam, di gedung Jl. Kramat Raya 106 Batavia, pemuda Wage Rudolf Supratman (9 Maret 1903 – 17 Agustus 1938) menyebarkan lirik konsep suatu lagu kepada hadirin di sana. Pada malam penutupan Kongres Pemoeda itu pada Desember 1928, Supratman dengan gesekan biolanya mengiringi sebarisan paduan suara, mengetengahkan lagu ciptaannya berjudul Indonesia Raja. Dua bulan kemudian ode (lagu pujian perjuangan) tersebut menjadi amat populer, terutama dipelopori anggota Kepanduan Bangsa Indonesia, sebab dalam lirik ode tersebut ada kalimat “jadi pandu ibuku”.
Supratman, putra Sersan KNIL Djoermeno Senen Sastrosoehardjo, di saat itu memang sudah dikenal sebagai komponis, serta wartawan dan penulis muda berbakat. Berkat pergaulannya cukup luas di kalangan kaum muda, hatinya tergerak untuk menciptakan ode itu, walau kemudian oleh beberapa pengamat, dikatakan lagu Indonesia Raya itu terpengaruh La Marseille – ciptaan Rouget de L’isle (1922).
Lagu ini di zaman Belanda sempat menghebohkan, tahun 1930 Indonesia Raja dilarang dinyanyikan umum, karena dianggap mengganggu ketertiban dan keamanan. Supratman diinterogasi dan ditanya mengapa memakai kata “merdeka, merdeka”. Dia menjawab kata-kata itu diubah pemuda lainnya, sebab lirik aslinya “moelia, moelia”. Protes pun berdatangan. Akhirnya lagu Indonesia Raya minus lirik “merdeka, merdeka” boleh dinyanyiakan, asal dalam ruangan tertutup.
Menjelang ujung umurnya, setelah menciptakan lagu Dari Barat Sampai ke TimurBendera Kita, Ibu Kita Kartini dan lainnya, Supratman pada 7 Agustus 1938 ditangkap Belanda di Surabaya, karena lagunya Matahari Terbit yang dianggap mengandung “simpati” terhadap Kekaisaran Jepang. Lagu itu pun dilarang diperdengarkan di muka umum. Tak lama kemudian, W.R. Supratman yang dinyatakan ekstrem ini wafat.
Jepang menduduk Indonesia tahun 1942. Lagu Indonesia Raya segera dilarang dikumandangkan, walau sebelumnya Jepang sempat mengudarakan lagu ini lewat Radio Jepang – untuk mengambil hati “saudara mudanya”. Tapi setelah merasa kedudukannya goyah, Jepang membentuk Panitia Lagu Kebangsaan pada tahun 1944.
Naskah asli Supratman tahun 1928, kemudian diubah beberapa kata-katanya. Namun, perubahan cukup besar terjadi pada refrain lagu 1928 : Indones’, Indones’ Moelia, Moelia Tanahkoe, negrikoe yang Koetjinta Indones’, Indones’ Moelia Moelia, Hidoeplah Indonesia Raja, menjadi: “Indonesia Raya, Merdeka Merdeka, Tanahku, Negriku yang Kucinta, Indonesia Raya, Merdeka Merdeka, Hiduplah Indonesia Raya” (dalam versi 1944).
Setelah Jepang angkat kaki dari Indonesia, namun sampai Agustus 1948 belum ada keseragaman, hingga dibentuklah Panitia Indonesia Raya pada 16 November 1948. Baru pada 26 Juni 1958 keluar peraturan pemerintah tentang lagu Indonesia Raya dalam enam bab khusus yang mengatur tata tertib, sampai keseragaman nada, irama, kata, dan gubahan lagu.
D.    Makna Lagu Indonesia Raya
            Setiap kalimat dan bait pada lagu Indonesia Raya, mempunyai arti dan makna, terdapat 12 item, sebagai berikut :
1. Indonesia Tanah Airku, kalimat ini menanamkan kesadaran,
a. Bahwa setiap warga memiliki tanah air yaitu Indonesia,
b. Bahwa setiap warga memilik hak dan kewajiban terhadap tanah airnya.
c. Bahwa setiap warga mengaktualisasikan dirinya dalam upaya merealisasikan makna sumpah pemuda.
2. Tanah tumpah darahku, kalimat ini menanamkan kesadaran,
a. Bahwa setiap warga telah memiliki wadah/ruang/tempat, yaitu di tanah yang
termasuk wilayah Indonesia.
b. Bahwa Tanah Air Indonesia adalah tempat untuk berusaha, berjuang, dan
berdarma bakti dengan kerja keras membanting tulang, menguras keringat dan air mata, sampai menumpahkan darah.
3. Disanalah aku berdiri, kalimat ini menanamkan kesadaran,
a. Bahwa setiap warga telah berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan
bangsa lainnya,
b. Bahwa di tanah air Indonesia kita semua memiliki derajat yang sama dengan
bangsa lainnya di dunia ini.
4. Jadi pandu ibuku, kata ibuku maksudnya adalah ibu pertiwi atau pemerintahan yang sah. Kalimat ini menanamkan kesadaran,
a. Bahwa pemerintahan yang sah, mempunyai tanggung jawab yang sangat besar
dalam berperan menjadi pandu/penuntun/pembimbing bagi semua warga
negaranya untuk meningkatkan kesejahteraan semua warganya.
b. Bahwa sikap setiap warga terhadap ibu pertiwi harus bersikap sama seperti sikapnya terhadap ibu kandung/orang tua.
5. Indonesia kebangsaankuBangsa dan tanah airku,kedua kalimat ini menanamkan
kesadaran,
a. Bahwa setiap warga memiliki kebangsaan yaitu berbangsa Indonesia, berkewarganegaraan Indonesia.
b. Bahwa setiap warga bersikap tegas dalam pengakuannya berkebangsaan Indonesia dan bertanah air Indonesia.

6. Marilah kita berseruIndonesia bersatu, kedua kalimat ini menanamkan kesadaran,
a. Bahwa setiap warga berseru, bersikap dan berusaha membina persatuan dan kesatuan Indonesia agar Indonesia benar-benar bersatu, baik melalui sikap, kata, tingkahlaku dan perbuatan sehari-hari.
b. Bahwa setiap warga berusaha sedapat mungkin menjauhkan semua hal yang dapat memecah belah Indonesia.
7. Hiduplah tanahkuHiduplah negerikuBangsaku rakyatkuSemuanya, bait ini terdiri dari empat kalimat menanamkan kesadaran,
a. Bahwa setiap warga selalu berusaha agar Indonesia menjadi tanah air yang hidup untuk waktu yang tidak terbatas.
b. Bahwa setiap warga, setiap rakyat , semuanya, harus menjadi penduduk yang benar-benar hidup, benar-benar dinami dan kreatif untuk merubah keadaan, agar keadaan selalu berubah menjadi lebih baik
c. Bahwa semua rakyat, semua warga berusaha agar jangan sampai rakyat mati dan berusaha agar Indonesia jangan sampai mati, punahatau bubar.

8. Bangunlah jiwanyaBangunlah badannya, kedua kalimat ini menanamkan kesadaran,
a. Bahwa setiap warga lebih mengutamakan dalam berusaha membangun jiwa kebangsaan, ruh nasionalisme, semangat berbangsa dan bernegara, mental spiritual dengan sangat prima, dan menjadi prioritas utama.
b. Bahwa setiap warga juga membangun badannya, melaksanakan pembangunan fisik dengan sangat maksimal untuk kesejahteraan lahir batin.
9. Untuk Indonesia Raya, kalimat ini menanamkan kesadaran,
a. Bahwa setiap warga dalam berusaha disemua bidang, harus merupakan bagian kegiatan yang integral dalam suatu strategi besar untuk pembangunan Indonesia seutuhnya.
b. Bahwa semua warga dalam melaksanakan usahanya dalam bidang apapun harus maju bersama, berjalan seiring menuju Indonesia Raya, harus saling bersinergi, dan harus diupayakan tidak boleh ada yang saling menghambat.
10. Indonesia Raya merdeka merdeka, dalam kalimat ini kata merdeka diucapkan dua kali, menanamkan kesadaran,
a. Bahwa seluruh wilayah Indonesia harus benar-benar merdeka, tidak ada lagi penjajahan, penyerobotan dari pihak asing, tidak ada penguasaan daerah oleh pihak asing.
b. Bahwa setiap warga harus berusaha untuk tidak ada lagi penjajahan di seluruh wilayah Indonesia dalam bentuk apapun, dalam bidang apapun.

11. Tanahku negeriku yang kucinta, kalimat ini menanamkan kesadaran,
Bahwa setiap warga dalam semua usahanya untuk berprestasi, berproduksi, berkreasi, berinovasi berdasarkan atas cintanya kepada negerinya dan tanah airnya.
12. Hiduplah Indonesia Raya, kalimat ini menanamkan kesadaran
Bahwa cita-cita tertinggi dari setiap warga adalah Indonesia mampu berjuang hidup untuk waktu yang tidak terbatas, mampu bersaing dalam globalisasi internasional di semua bidang. Dan Indonesia hidup terus menjadi negara yang besar dan menjadi negara yang disenangi dunia internasional.

E.     Faktor Bangsa Indonesia Seringkali Melupakan Lagu Indonesia Raya
Negara Indonesia memang telah bebas dan merdeka dari para penjajah. Namun ternyata di era modern ini bangsa kita masih saja dijajah oleh arus globalisasi yang bahkan mustahil untuk ditolak.
Pada jaman penjajahan, pihak penjajah melarang rakyat menyanyikan lagu ini, tapi rakyat mengabaikannya, dan tetap menyanyikannya, sehingga bertambah jiwa nasionalisme, rasa kebangsaan, rasa senasib sepenanggungan, dan rasa seperjuangan, serta semakin memperkokoh persatuan dalam melawan penjajahan.
Sekarang, banyak warga dan banyak para siswa/pelajar yang tidak memperlihatkan sikap hormat secara fisik, ketika menyanyikan atau mendengarkan lagu Indonesia Raya. (kalau hanya menghormati dalam hati tentu tidak nyata dan tidak terlihat). Kenyataan ini menunjukkan bahwa pendidikan kurang memberikan bobot tentang materi nasionalisme, kurang menanamkan jiwa kebangsaan, kurang melatih membiasakan diri untuk bersikap menghormati lambang-lambang negara, sehingga mereka kurang bangga memiliki bangsa yang merdeka dan kurang bangga memiliki lagu kebangsaan. Padahal pendidikan di Indonesia, sejak awal kemerdekaan menganut paham ajaran Ki Hajardewantara yang sarat dengan nilai-nilai perjuangan dan nilai-nilai nasionalisme.
Kehilangan arti dan makna dari lagu kebangsaan pada sebagian besar warga negara dalam waktu yang lama, bisa berakibat memperlemah jiwa kebangsaan, dan menurunnya rasa berbangsa dan bernegara. Hal ini ditandai dengan :
1.      Ketika lagu Indonesia Raya dikumandangkan, mereka tidak lagi merasakannya sebagai suatu lagu yang khusus sifatnya, tapi merasakannya sama seperti lagu lainnya. (Padahal lagu lainnya sedikit yang berjiwa kebangsaan)
2.      Mereka lebih berminat dan lebih tertarik dengan lagu-lagu populer lainnya, termasuk mengidolakan para artis terkenalnya, sehingga lagu kebangsaan menjadi semakin kurang diperhatikan dan kurang diminati.
3.      Ketika mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya pada suatu acara, mereka hanya ikut-ikutan, atau ada rasa keterpaksaan, seharusnya keinginan menyanyikannya timbul dari dorongan kemauan yang kuat dari hati sendiri, apalagi jika yang memimpin lagu adalah orang/kelompok yang kurang simpatik, menjadi semakin kurang menarik.
4.      Keadaan akan semakin buruk, jika ada anggapan bahwa menyanyikan lagu kebangsaan hanya membuang waktu, atau dianggap tidak perlu lagi, karena keadaan kita sekarang sudah merdeka. Ini adalah anggapan yang keliru, karena mereka tidak mengerti tentang isi dan makna dari lagu kebangsaan itu sendiri.
5.      Keadaan akan sangat buruk bagi lemahnya jiwa kebangsaan dan rendahnya rasa berbangsa dan bernegara pada sebagian besar warga negara, jika pada semua acara/kegiatan yang bersifat kebangsaan dan kenegaraan, tidak dikumandangkan lagu Indonesia Raya. Walaupun kegiatan itu hanya setingkat RT/RW, apalagi tingkat departemen/instansi pemerintah.

F.     Solusi yang Ditawarkan Untuk Mengatasi Masalah Identitas Nasional
Hendaknya kita dapat mencerna lebih dalam apa makna lagu yang menjadi salah satu identitas nasional tersebut. Bukan hanya mengucapkan dan melantunkannya saja, namun diserap dalam hati, betapa berat perjuangan para pahlawan untuk mempertahankan negara ini.
Berikut ini adalah upaya yang harus dilakukan agar bangsa ini dapat lebih mnghargai dan memaknai lagu kebangsaan Indonesia Raya:

1. Peran Keluaga
a.       Memberikan pendidikan sejak dini tentang sikap nasionalisme dan patriotism terhadap bangsa Indonesia.
b.      Memberikan contoh atau tauladan tentang rasa kecintaan dan penghormatan pada bangsa.
c.       Memberikan pengawasan yang menyeluruh kepada anak terhadap lingkungan sekitar.

2.Peran Pendidikan
a.       Memberikan pelajaran tentang pendidikan pancasila dan kewarganegaraan dan juga bela Negara.
b.      Menanamkan sikap cinta tanah air dan menghormati jasa pahlawan dengan mengadakan upacara setiap hari senin dan upacara hari besar nasional.
c.       Memberikan pendidikan moral, sehingga para pemuda tidak mudah menyerap hal-hal negatif yang dapat mengancam ketahanan nasional.
d.      Melatih untuk aktif berorganisasi

3.  Peran Pemerintah
a.       Menggalakan berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan rasa nasionalisme, seperti seminar dan pameran kebudayaan.
b.      Lebih mendengarkan dan menghargai aspirasi pemuda untuk membangun Indonesia agar lebih baik lagi.

Pada akhirnya kita harus memutuskan rasa kebangsaan kita harus dibangkitkan kembali. Namun bukan nasionalisme dalam bentuk awalnya seabad yang lalu.  Nasionalisme yang harus dibangkitkan kembali adalah nasionalisme yang diarahkan untuk mengatasi berbagai permasalahan, bagaimana bisa bersikap jujur, adil, disiplin, berani melawan kesewenang-wenangan, tidak korupsi, toleran, dan lain-lain. Bila tidak bisa, artinya kita tidak bisa lagi mempertahankan eksistensi bangsa dan negara dari kehancuran total.


BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Lemahnya sikap nasionalisme kini sangat terlihat pada bangsa Indonesia. Hal ini dapat dibuktikan ketika bangsa sendiri mulai melupakan identitas negaranya. Lagu Indonesia Raya yang dulu menjadi sebuah semangat yang membara kini mulai tersisihkan dengan adanya arus globalisasi. Lagu yang dulu ketika dikumandangkan semua orang merinding mendengarnya kini menjadi biasa saja bahkan cenderung dilupakan.
Lemahnya nasionalisme pada sebagian besar warga negara, akan berdampak pada kewibawaan negara yang semakin jatuh, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Jangan dikira bahwa dampak ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan rendahnya kinerja, pelayanan yang tidak maksimal pada semua departemen/instansi dan lain-lain.
Upaya untuk menaikkan kewibawaan negara di dalam dan di luar negeri, tentu dengan menguatkan nasionalisme dan meningkatkan prestasi di semua bidang, sebab kalau menjaga kewibawaan negara melalui kekuasaan dan kekuatan akan berdampak munculnya “tudingan” bahwa negara melanggar HAM.
Masyarakat, khususnya generasi muda adalah penerus bangsa. Bangsa akan menjadi maju bila para pemudanya memiliki sikap nasionalisme yang tinggi. Namun dengan perkembangan zaman yang semakin maju, malah menyebabkan memudarnya rasa nasionalisme. Nasionalisme sangat penting terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara karena merupakan wujud kecintaan dan kehormatan terhadap bangsa sendiri. Dengan hal itu, pemuda dapat melakukan sesuatu yang terbaik bagi bangsanya, menjaga keutuhan persatuan bangsa, dan meningkatkan martabat bangsa dihadapan dunia.
Namun, dengan memudarnya rasa nasionalisme dapat mengancam dan menghancurkan bangsa Indonesia. Hal itu terjadi karena ketahanan nasional akan menjadi lemah dan dapat dengan mudah ditembus oleh pihak luar. Bangsa Indonesia sudah dijajah sedari dulu sejak rasa nasionalisme pemuda memudar. Bukan dijajah dalam bentuk fisik, namun dijajah secara mental dan ideology.
Banyak sekali kebudayaan dan paham barat yang masuk ke dalam bangsa Indonesia. Banyak budaya dan paham barat yang berpengaruh negatif dapat dengan mudah masuk dan diterima oleh bangsa Indonesia. Dengan terjadinya hal itu, maka akan terjadi akulturasi, bahkan menghilangnya kebudayaan dan kepribadian bangsa yang seharusnya menjadi jati diri bangsa.
Dalam aspek perekonomian Negara, dengan memudarnya rasa nasionalisme, mengakibatkan perekonomian bangsa Indonesia jauh tertinggal dari Negara-negara tetangga. Saat ini masyarakat hanya memikirkan apa yang Negara berikan untuk mereka, bukan memikirkan apa yang mereka dapat berikan pada Negara. Dengan keegoisan inilah, masyarakat lebih menuntut hak daripada kewajibannya sebagai warga Negara. Sikap individual yang lebih mementingkan diri sendiri dan hanya memperkaya diri sendiri tanpa memberikan retribusi pada Negara, mengakibatkan perekonomian Negara semakin lemah.

B.     SARAN
Identitas nasional merupakan suatu ciri yang dimiliki oleh bangsa kita untuk dapat membedakannya dengan bangsa lain. Jadi, untuk dapat mempertahankan keunika-keunikan dari bangsa Indonesia itu sendiri maka kita harus menanamkan akan cinta tanah air yang diwujudkan dalam bentuk ketaatan dan kepatuhan terhadap atura- aturan yang telah ditetapkan serta mengamalkan nilai-nilai yang sudah tertera dengan jelas di dalam pancasila yang dijadikan sebagai falsafah dan dasar hidup bangsa Indonesia. Dengan keunikan inilah, Indonesia menjadi suatu bangsa yang tidak dapat disamakan dengan bangsa lain dan itu semua tidak akan pernah lepas dari tanggung jawab dan perjuangan dari warga Indonesia itu sendiri untuk tetap menjaga nama baik bangsanya.


DAFTAR PUSTAKA

http://yonorio601.blogspot.com/2013/09/makalah-identitas-nasional.html
http://www.pramukanet.org/index.php?option=com_content&task=view&id=287&Itemid=51#.UzYdAfmSwTg 

Read Users' Comments (0)