KANFAS KEHIDUPAN

 Saat ku terlarut dalam lamunku,
Saat itulah aku merasa dan tersadar.
Bahwa ada sesuatu yang kurang dalam hidupku.
Sungguh aku merasa kanvas dalam hidupku masih kosong tak berwarna.
Padahal telah kusiapkan berbagai warna untuk mengisinya.
Tapi rasa takut ku terasa berkuasa seluruh tubuhku.
Ketakutanku mengalahkan semua ingin ku.
Takut akan segala resiko.
Takut salah mencampur warna.
Takut warna itu tak indah pada akhirnya.

Read Users' Comments (0)

TERLALU BODOH

Mungkin memang ada benarnya yang dikatan mereka.
Aku terlalu BODOH …… !!!
Memang semua itu benar adanya.
Aku terlalu BODOH …. !!!
Aku terlalu BODOH berharap pada mu.
Suatu yang aku bahkan sudah mengetahui smua jawaban itu sejak awal.
Tapi bagaimana bisa ???
Aku terlalu mencintaimu.
Aku terlalu tulus.
Aku tak sanggup tuk membenci,
Bahkan memalingkan wajah saja tak sanggup.
Ku selalu ada untuk mu.
Tapi kamu ???
Menghilang disaat ku butuh.
Aku terlalu kecewa dengan mu.
Aku kecewa atas segala.
Aku menyesal telah berkorban untuk orang yang sama sekali tak mau berkorban untuk ku.
Untuk apa ini semua ???
Kenapa aku melakukannya tulus ???

Read Users' Comments (0)

MENGOLAH MASALAH

 Kebanyakan orang-orang yang mempunyai masalah lebih cendrung berdiam diri dan melamun mencari jalan keluar yang tepat. Tapi jika anda lebih aktif, anda bisa melakukan sesuatu yang berguna bagi diri anda sendiri. Anda dapat meluapkan segala emosi anda dan pengalaman anda melalui hal positive. Misalnya anda hobi menulis, maka luapkanlah segala emosi anda dalam karya tulis itu, atau anda dapat meluapkannya dalam bentuk lukisan. Yups ,,, emosi sebenarnya dapat digambarkan menurut imajinasi kita masing-masing. Imajinasi tidaklah terbatas dan berbeda-beda. Semakin banyak dan rumit masalah anda, pasti semakin banyak pula imajinasi yang muncul. Imajinasi bagaimana pecahkan masalah. Tak perlu keahlian khusus untuk mengolah masalah ini, yang perlu anda butuhkan hanyalah kemauan dan sesuaikan dengan hoby anda.

Read Users' Comments (0)

Salah Pergaulan

hmm,,, dapet tugas bhs.Indonesia suruh buad drama singkad nih...
berikud ini drama dari kelompok kami yang terdiri dari 4 orang.


SALAH PERGAULAN

Tokoh :
-      VERA MEGA F        siswa
-      NIKMATUL            siswa
-      NUR IKA APRILIA KEPSEK
-      OKTAFIANI B       putri KEPSEK

(Jam istirahat, depan ruang tes English Competetion)
        Vera sedang duduk menemani Nikma yang sedang menanti giliran untuk mengikuti tes English Competetion.

Vera           :   “Gimana persiapan kamu buat nanti?”
Nikma         :   “Kalau persiapan sih udah lumayan, tinggal nanti gak tau gimana.”
Vera           : “Berdoa aja biar nanti bisa lancar dan sukses.”
Nikma         : “Iya semoga, makasih yah kamu dah support aku.”
Vera           : “Ya emang seharusnya gitu kan?” (menepuk pundak Nikma.)
        Tiba-tiba Okta putri dari kepala sekolah lewat dan bertegur sapa dengan ramah.

Okta           : “Hay… Kalian sedang nunggu giliran buat tes ya?”
Nikma         : “Iya nih, masih ngantri. Banyak banget pesertanya. aku jadi nerves kelamaan nunggu dari tadi.”
Okta           : “Udah gak perlu nerves gitu. Lagian kamu kan juga punya potensi dan skill yang bagus.

Vera           : “Nah kamu sendiri kenapa gak ikut kompetensi ini? Potensi dan skill kamu kan juga bagus.”
Okta           : “Sebenarnya aku ingin ikut, tapi aku kan anak dari kepsek. Takutnya kalau aku lolos seleksi anak-anak lain pada menganggap kalo ibuku juga ikut campur tangan dalam hal ini.”
 Vera          : “Hmm,,, iya juga sih. Ternyata susah juga ya jadi anak kepsek.”
Okta           : “Ya udah, aku mau ke kelas dulu ya. Bye…!” (Sambil melambaikan tangan.)

Okta pun bergegas meninggalkan mereka berdua. Tak lama kemudian terdengar suara dari speaker yang memanggil nama Nikmatul.

Vera           : “Tuh nama kamu sudah dipanggil.”
Nikma         : “Iya, aduh gimana nih? Aku takut.”
Vera           : “Udah… Cepetan masuk sana…! Pasti kamu bisa kok.”
Nikma         : “Ya udah deh, aku masuk dulu. Doain aku…!”
Vera           : “Iya… Good luck ya sob…!”

        Nikma pun berlalu dan memasuki ruang tersebut dengan keringat dingin. Disaat Nikma memasuki ruangan untuk seleksi, Vera pun berjalan mengelilingi sekolah untuk mencari udara segar. Langkah kaki Vera pun berhenti seketika, matanya terpaku pada pandangan yang tak pernah ia sangka sebelumnya. Terlihat Okta, putri dari kepsek sedang merokok dan juga memegang beberapa pil dan alat seperti untuk menghisap narkoba di dekat gudang sekolah. 

Dengan sembunyi-sembunyi, Vera mengamati setiap gerak gerik yang dilakukan Okta sembari memotret kejadian itu menggunakan kamera handphone nya. Tak lama kemudian Okta selesai melakukan aktivitasnya tersebut dan beranjak pergi dengan berjalan agak sempoyongan.

Dengan rasa penasaran, Vera menghampiri tempat tersebut dan mengecek sekitarnya. Ternyata dugaan Vera benar, ditemukannya barang-barang yang dipakai oleh Okta tadi yang disembunyikan di semak-semak. Tak lupa Vera pun juga memotret barang itu sebagai bukti.
Tanpa berani menyentuhnya, Vera pun meninggalkan barang-barang tersebut dan kembali ke ruang seleksi untuk menemui Nikma. Ternyata Nikma sudah menunggunya di depan ruang tersebut.

Nikma       : “Aduh Ver… Kamu kemana aja sih? Dari tadi ditungguin kok gag nongol-nongol?”
Vera         : “Sorry banget Nik, tadi aku tinggal jalan-jalan sebentar cari angin. Gimana tes nya tadi? Lancar gak?”
Nikma       : “Alhamdulillah, sesuatu banget. Berkat usaha keras dan doa, semuanya bisa lancar. Tapi untuk hasil lolos atau tidaknya belum diumumin.”
Vera         : “Oh… ya syukur deh. Kita berdoa dan optimis aja supaya kamu bisa lolos seleksi ini.”
Nikma       : “iya, amin.”
Vera         : “Ehm… Nik, ada yang perlu aku bicarakan sama kamu.”
Nikma       : “Ada apa Ver? Yaudah ngomong aja sekarang, tunggu apa lagi?”
Vera         : “Tapi aku gak bisa bicarain hal ini di sini. Mending kita ke perpus aja yuk! Penting nih soalnya.” (sembari menarik tangan Nikma.)
Nikma       : “Ya udah ayuk…!!!”

        Nikma dan Vera pun segera ke perpus. Setibanya di perpus, Vera menceritakan semua kejadian yang telah dilihatnya tadi.

Nikma       : “Apa…??? (terkejut). Okta putri dari kepsek melakukan hal itu??? Gak mungkin akh… Kamu salah lihat kali.”
Vera         : “Enggak Nik, memang bener itu dia. Lihat ini…!!! Aq tadi juga sempat memotretnya. (memperlihatkan hasil foto yang diperolehnya tadi.)
Nikma       : “Ya ampun… ini beneran Okta. Sulit dipercaya…!!!”
Vera         : “Tadinya aku juga gak percaya dengan semua ini. Kamu tahu sendiri kan, Okta sangatlah ramah dan di kelas ia juga termasuk siswa yang berprestasi. Apalagi dia anak dari kepsek. Aku tak bisa membayangkan jika seluruh sekolah mengetahui hal ini.”
Nikma       : “Tapi walau bagaimanapun juga, ini termasuk dalam tindak kriminalitas, dan kita tak bisa tinggal diam seperti ini. Kita tetap harus melaporkan hal ini pada pihak sekolah. Demi kebaikan kita bersama.”
Vera         : “Benar kata mu Nik, tapi kita gak bisa hanya mengandalkan foto ini saja untuk barang bukti. Bagaimana kalau besok kita bersama pihak sekolah menggerebek Okta.”
Nikma       : “Ide bagus tuh…!!!”

        Keesokan harinya, Vera dan Nikma memberanikan diri melaporkan hal tersebut kepada pihak sekolah dan bersama itu pula pihak sekolah juga berhasil menggerebek Okta saat ia menggunakan barang haram tersebut di dekat gudang. Lalu Okta pun dibawa keruang BP.

Kepsek      : “Okta, ibu sungguh tidak menyangka akan hal ini. Dari mana kamu mendapatkan barang haram ini???” (sambil menunjuk barang itu di meja.)
Okta         : “Maafkan saya bu… (tertunduk malu) Saya mendapatkan barang tersebut dari teman lain sekolah. Mereka yang memperkenalkan barang haram itu ke saya sehingga saya terjebak seperti ini.” (menangis)
Kepsek      : “ibu sangat kecewa padamu Okta. Ibu merasa malu dan gagal. Tapi bagaimanapun juga, ibu harus menyerahkan kamu kepada pihak yang berwajib dan terpaksa pula kamu harus drop out dari sekolah ini.” (mencoba tegar)
Okta         : “Baik bu saya terima atas semua keputusan ini. Ini semua memang konsekuensi yang harus saya terima atas sikap saya ini. Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi bu.”
Kepsek      : “Syukurlah kalau kamu sudah sadar dan menyesal. Tidak ada kata terlambat buat berubah Okta. Kalau kamu memang benar-benar ingin berubah, niatilah dengan ikhlas dan percayalah Allah maha pengampun.” (sambil memluk Okta)
Okta         : “Iya bu, Okta juga merasa telah mengecewakan ibu termasuk sekolah ini.”

        Setelah beberapa saat kemudian giliran  Vera dan Nikma dipanggil ke ruang kepsek.

Vera         : “Maafkan kami bu, gara-gara kami putri ibu jadi di drop out dari sekolah ini.
Kepsek      : “Kalian tidak perlu meminta maaf. Justru saya bangga dan berterimakasih karena kalian sudah tanggap terhadap masalah ini. Akan lebih malu jika masalah ini diketahui orang lain. Jadikan semua ini sebagai pelajaran untuk kedepannya. Ibu pun kecewa ibu telah gagal sebagai orang tua mendidik anak.
Nikma       : “Iya bu, kami perwakilan dari teman-teman ikut mendoakan semoga Okta segera sembuh dan dapat bersekolah lagi.
Kepsek      : “Terimakasih atas doa kalian.”
Nigma dan Vera         : “Iya bu, sama-sama.”
        Okta telah menjalani pemeriksaan dan rehabilitasi di sebuah rumah sakit. Disaat dia sudah tidak kecanduan narkoba lagi dia pun memulai lembaran baru. Oleh ibunya dia dipindahkan keluar kota untuk memulai sekolah yang baru.

-sekian-

Read Users' Comments (0)

perpisahan kelas XB SMAN 1 Sambit tahun ajaran 2010/1011

PERPISAHAN KELAS XB SMAN 1 SAMBIT TAHUN AJARAN 2010/2011


             Sambit (17/06), ujian semester genap telah kami laksanakan dengan baik. Kini saatnya menanti hasil belajar kami selama satu tahun di kelas X. Sambil menanti hasil raport yang akan dibagikan esok hari, maka kami keluarga kecil kelas XB SMAN 1 Sambit mengadakan tasyakuran. Walau kami belum mengetahui kepastian hasil raport kami, namun tasyakuran kali ini dimaksudkan karena kami telah selesai mengerjakan soal ujian semester genap yang telah diselenggarakan beberapa hari lalu dengan lancar. Acara ini berlangsung di ‘Waroeng KITO’ Sambit dengan dihadiri 32 siswa (sebagian siswa tidak dapat hadir karena ada suatu halangan) dan juga umi I Indar selaku wali kelas XB. Acara ini sebenarnya telah direncanakan sejak jauh-jauh hari, namun baru bisa terlaksanakan hari ini. Acara ini dimulai jam 09.00 WIB dengan susunan acara pembukaan oleh Anggun Dherty selaku ketua kelas kami, sambutan oleh wali kelas, pesan kesan dari para warga kelas, istirahat, karaoke bersama, dan penutup.
Anggun Dherty selaku ketua kelas yang telah setahun ini memimpin kelas XB menyampaikan beberapa harapan agar kita harus tetap kompak dan selalu menjaga silaturahmi antar warga kelas walau beberapa dari kita sudah tidak bisa satu kelas lagi.
Umi I Indarti juga sempat berpesan bahwa IPA maupun IPS adalah sama. Yang penting adalah semangat kita untuk mencapai cita-cita kita di masa depan. Umi juga berpesan agar kita dapat selalu menjaga diri kita dari hal-hal yang bersifat negative.
Selain itu beberapa dari warga kelas juga turut memberi pesan kesan yang disertai air mata karena terharu akan berpisah dengan para sahabat.
Setelah acara-acara tersebut kamipun istirahat dan makan-makan bersama serta enjoy berkaraoke dengan lagu-lahu yang telah disediakan.
Acara ditutup oleh Anggun Dherty sekitar jam 11.00 WIB.
Acara ini sangat berkesan bagi kami semua. Walau ada berbagai perbedaan dan sedikit konflik antara kami selama setaun di kelas XB, namun itulah yang akan menjadi kenangan bagi kita.



TERIMAKASIH ATAS SEGALA BENTUK KERJASAMA KALIAN SELAMA INI.
I WILL MISS U GUYS, N DON’T FORGET OUR MEMORIES WITH CLASS XB.
WE ARE FAMILY.



Read Users' Comments (2)

b'day party

B’DAY PARTY

Sawoo (20/5), kemarin tepatnya pada taggal 19 Mei 2011 adalah ulang tahun salah satu teman sekelas kita yang bernama Rosi Anindyastuti yang ke-17 tahun. Ia merupakan salah satu siswa berprestasi di SMAN 1 Sambit ini. Sudah jauh-jauh hari ia sebenarnya sudah menyiapkan pesta “sweet seventeen” nya dan mengundang kami sekelas (XB) untuk menghadiri pesta yang diadakan pada hari Jum’at pukul 14.00 WIB di kediamannya (ds.Pangkal, Sawoo, Ponorogo). Dan tak hanya kami (XB) yang hadir, tetapi juga ada beberapa siswa dari kelas lain yang diundang. Antara lain beberapa perwakilan teman-teman dari Gajah Pena Crew, PMR, DA, dan OSIS SMAN 1 Sambit. Acara dimulai dengan suguhan dari tuan rumah, dilanjutkan pembukaan, foto-foto, acara tiup lilin, potong kue yang potongan pertama diserahkan kepada ibunda tercinta dan potongan kedua diberikan kepada sahabat karibnya yaitu Rahayu, dan dilanjutkan istirahat dan makan-makan. Setelah itu kami pun diajak untuk dugem dan joged bersama dengan diiringi musiknya Avril Lavigne ’What The Hell’, Kety Perry ‘Firefox’, dan di tutup dengan lagu ‘Selamat Ulang Tahun’ nya Jamrud.
Acara berakhir sekitar pukul 17.00 WIB dan diberi cindramata berupa note book menarik dari tuan rumah.
Berbagai doa dan harapan telah dipanjatkan agar diumurnya yang menginjak 17 thn ini bias menjadi anak yang bias selalu berbakti pada orang tua dan berguna bagi bangsa dan Negara.

SELAMAT ULANG TAHUN SAHABAT…..!!!
WISH U ALL THE BEST.
KAMI HANYA MAMPU MENDOAKAN MU SAJA.
DAN KAMU LAH YANG AKAN MEJALANI KEHIDUPAN MU SELANJUTNYA.

Read Users' Comments (0)

Kejutan Teruntuk Guru Bhs.Indonesia SMAN 1 Sambit Ponorogo


KEJUTAN DARI XB.



           Sambit (6/5), kemarin tepat pada tanggal 5 Mei 2011 bapak Sugiman Rustan, S.Pd. selaku guru pembimbing mata pelajaran Bhs.Indonesia merayakan ulang tahunnya yang ke-42 tahun. Kami sebagai murid yang telah dibimbingnya tentu sangat ingin memberi surprise kepada beliau. Tapi sayangnya pada hari itu Pak.Giman (begitu beliau disapa) tidak mengajar di kelas kami (XB) karena memang saat itu tidak ada jam beliau. Selain itu kami juga belum melakukan persiapan untuk memberi surprise pada beliau. Jadi kami sekelas (XB) sepakat akan memberi surprise pada esok hari (6/5) dikarenakan besok merupakan hari yang sangat tepat karena besok beliau mengajar di kelas kami pada jam pertama. Sebelumnya, kami sekelas sudah menyusun strategi terlebih dahulu. Kami sepakat pada esok hari setelah berdoa usai, maka kami sekelas berusaha gaduh dan pura-pura tidak memperhatikan Pak.Giman. Beliau memang sangat tidak suka bila melihat para siswanya gaduh. Dan tak ketinggalan, kami sekelas juga patungan untuk membelikan kue ulang tahun untuk beliau.
Keesokan harinya kami pun menjalankan rencana yang telah disepakati. Tak disangka kami begitu gaduh sampai-sampai Pak.Giman yang sudah mulai jengkel tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Beliau hanya duduk diam memperhatikan kami. Karena beliau sudah nempak sangat jengkel, bebrapa dari kami yang bertugas membawa kue pun masuk kelas dan kami sekelas langsung menyanikan lagu ulang tahun secara serempak. Sontak beliau pun terlihat sangat terkejut ketika mulai sadar kalau beliau dikerjain oleh anak didiknya sendiri. Seusai melakukan ritual tiup lilin, satu-persatu kami mengucapkan selamat dan menjabat tangan beliau. Setelah itu melanjutkan ritual potong kue, dan tak disangka beliau memberikan potongan kue pertama kepada ‘Bobby’ yang tak lain merupakan siswa dari kelas kami yang sering sekali terlambat masuk kelas pada maple pak.Giman. Setelah itu potongan-potongan selanjutnua dibagi rata satu kelas. Satu jam pun telah berlalu untuk kejutan dari kami. Setelah mengucapkan banyak trimakasih kepada kami yang telah memberikan kejutan ini, maka beliau melanjutkan materi seperti biasa. Walau pak.Giman bukanlah wali kelas kami, tapi beliau sangat akrap pada kami sehingga kamipun bias saling berinteraksi dengan leluasa tanpa ada rasa canggung. Beliau sudah seperti sahabat kami.

Read Users' Comments (0)

abc

Read Users' Comments (0)

super moon

Read Users' Comments (0)

pembuatan kebun mini Xb SMAN 1 Sambit


Membuat Kebun Mini




Sambit,(18/3). Kali ini kelas XB SMAN 1 Sambit melaksanakan progam kelas yaitu pembuatan kebun mini untuk kelas. Progam ini dibuat dan dilaksanakan bersama oleh siswa-siswi kelas XB SMAN 1 Sambit. Setiap siswa diwajibkan membawa tanaman bunga hias, tanah, pupuk dan peralatan bercocok tanam. Kegiatan ini dilaksanakan mulai dari pukul 14.00-16.00 WIB. Kegiatan ini berjalan dengan baik dan rapi. Kekompakan antar siswa sangat terlihat dalam kegiatan ini. Diharapkan para siswa dari kelas lain dapat termotivasi oleh kelas ini, sehingga kita dapat berlomba-lomba memperbaiki dan mampu membuat progam kelas yang berguna bagi keindahan dan kenyamanan para peserta didik dan pengajar agar lebih nyaman dalam melakukan setiap kegiatan. Dan kini para siswa pun dapat merasa nyaman dengan keberadaan keindahan kebun mini hijau yang tersusun rapih di depan kelas XB SMAN 1 Sambit yang menyejukkan mata.

Read Users' Comments (0)

oktafiani berliansari

 
 MAKNA    SEBUAH    NAMA

Oh tuhan,,,
Katakanlah pada ku
Tentang suatu masa depan
Aku ingin suatu yang cerah
Fatamorgana yang kelam
Ingin ku lepas semua
Angan yang selalu mengiringi langkahku
Namun,,, apakah mungkin
Ini akan nyata???
          Benarkah ini yang aku inginkan???
          Entah sampai kapan ku menghayal
          Ribuan mimpi ingin ku raih
          Lelahpun tak ku rasa
          Impian akan segera menjadi nyata
          Angin yang lalu biarlah berlalu
          Namun hati ini akan selalu jadi milikmu
Syair demi syair ku rangkai
Arti kisah ini adalah dirimu
Rindu dan cintaku
Ikhlas dan sebenarnya

Read Users' Comments (0)

cerpen "my hero"


MY HERO
PAHLAWAN…….
            Kata ini pasti tidak asing lagi di telinga. Seseorang yang rela berkorban demi orang lain. Dan kurasa kini aku telah menemukan seseorang yang pantas ku sebut PAHLAWAN.
            Kisah ini bermula saat aku tak bisa dan ingin bisa untuk melihat dunia ini. Ya…… aku adalah seorang gadis tunanetra yang bernama INDAH. Nama yang kurasa sangatlah tidak sesuai dengan keadaanku saat ini. Nama ku memang Indah, tapi aku bahkan tak mampu dan tak sanggup melihat keindahan. Aku memang dilahirkan dalam keadaan kornea mataku yang rusak dan tak berfungsi ini. Hanya gelap dan kelam yang dapat ku rasa. Sebenarnya aku berasal dari keluarga berada. Dan memang benar semua yang aku minta bisa dengan mudah di kabulkan oleh orang tuaku. Tapi apakah arti semua barang berharga dan kemegahan itu jika aku sama sekali tak bisa melihat kilauan berlian yang tepajang rapi di kamarku, baju-baju mewah di almariku, banda lucu yang menemani sepiku dan cahaya lampu yang terang namun sebenarnya gelap bagiku.
            Hari-hariku selalu sepi. Teman setiaku hanyalah mp3 yang seringkali ku gunakan. Sesekali aku keluar rumah dan jalan-jalan di taman untuk sekedar menghirup udara segar dan ditemani oleh pambantuku. Sebenarnya aku paling bosan kalau harus selalu diawasi seperti ini. Aku ingin bebas berjalan kemanapun yang aku mau. Tapi apa boleh buat, orang tuaku tak mengijinkan aku untuk pergi sendiri. Kemanapun aku melangkah pasti selalu ada yang mengawal. Seakan aku adalah seorang gadis yang lemah dan tak berdaya. Mungkin aku bisa memaklumi jika orang lain yang beranggapan seperti itu, tapi sayangnya orang tuaku sendirilah yang beranggapan seperti itu. Jujur, aku merasa semakin lemah jika diperlakukan seperti ini. Aku ingin mandiri. Walaupun aku seorang tunanetra sekalipun, aku tak ingin menjadi seorang yang manja dan manggantungkan hidup pada orang lain.
            Karena aku sudah merasa sangat terkekang, aku mencoba diam-diam pergi berjalan sendiri. Waktu itu pembantuku sedang pulang kampong, sedangkan orang tuaku masih tetap sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, dan tentu saja mereka tak mengetahui tentang ini. Sampai di taman, aku duduk sendiri sambil mendengar keramaian yang ada. Saat aku mulai beranjak dari kursi taman itu, tiba-tiba ada yang mendorongku dari belakang. Sontak aku kaget dan terjerembam.
            “Eh,,, maaf-maaf. Sungguh aku tak sengaja mendorongmu sampai kau terjerembam seperti ini. Aku hanya berusaha untuk menangkap bola yang dilemparkan oleh temanku yang mengarah kesini tadi. Kamu tidak apa kan? Apakah ada yang terluka?” tedengar suara seorang pria sambil membantuku bangkit dan berdiri.
            “Oh,,,,iya. Aku tidak apa kok. Aku baik-baik saja.” jawabku sambil mencoba bangkit.
            “Maaf kalau boleh tau, kamu tunanetra ya?” tanyanya.
            “Iya.” jawabku jujur.
            “Oh,,, perkenalkan, namaku Anugrah. Kalau boleh tau nama kamu siapa?” tanyanya lagi sambil menjabat tangan ku.
            “Kalau kamu tau namaku, pasti kamu langsung menertawakan aku.”
            “Loh,,,, memangnya siapa namamu? Apa namamu Spongebob, Doraemon, atau Sinchan yang dapat membuatku tertawa?”
            “Bukan. Namaku Indah. Benar-benar tak sesuai dengan keadaanku ini.”
            “Memang apa yang salah dengan nama Indah? Tak ada yang salah. Menurutku itu nama yang pantas untuk gadis secantik dan seindah kamu.”
            “Indah? Bahkan aku tak mampu melihat keindahan dunia ini.”
            “Apakah kamu pikir hanya keindahan yang ada di dunia ini? Banyak keburukan yang juga tercantumkan didalamnya. Keindahan tidak perlu kamu lihat. Jika kamu lebih cermat, kamu akan dapat melihat keindahan itu tanpa harus melihatnya. Bahkan itu bisa lebih indah.”
            “Melihat keindahan tanpa melihatnya? Apa maksudmu?” tanyaku bingung.
            “Keindahan tak perlu kau lihat, tapi rasakanlah. Itu akan lebih indah dari kelihatannya.” dia menjelaskan.
            Pertemuan tak terduga itu barjalan sangat baik. Kami berdua membicarakan tentang banyak hal. Kami sangatlah akrab. Anugrah begitu baik padaku. Dia sangatlah dewasa. Dia memberitahukan aku tentang banyak hal yang belum pernah ku ketahui. Dia adalah pria pertama yang menjadi temanku. Selama ini aku hanya sendiri. Tak ada yang peduli padaku. Tapi entah mengapa saat ku bertemu dengan Anugrah aku sangat bahagia, dan aku juga bisa merasakan ketulusannya. Keakraban kita terus berlanjut sejak saat itu. Kita berdua sering bertemu di taman. Terkadang dia menelpon, bahkan dia juga pernah mengantarkan aku pulang.
            Tak terasa dua bulan telah berlalu begitu cepat. Hari-hariku selama dua bulan terakhir ini bersama Anugrah ku jalani dengan suka cita. Hubungan kita berdua semakin hari semakin dekat. Hingga akhirnya kabar bahagia dating untuk ku. Kabar dari rumah sakit bahwa ada donor kornea untuk ku. Tentu aku sangatlah bahagia mendengar hal ini dan langsung memberitahukan kabar bahagia ini kepada Anugrah. Untuk merayakan kebahagiaan ku ini, Anugrah mengajakku ke sebuah danau kecil. Danau kecil itu tak begitu jauh dengan letak taman kota. Kami ngobrol disana, bahkan Anugrah juga mengajakku naik perahu kecil.
            “Indah, bagaimana perasaanmu sajak menerima kabar bahagia itu? Apakah kamu telah siap melihat hirup pikukbdunia ini?” tanya Anugrah saat kita naik diperahu kecil itu.
            “Entahlah. Jujur, sebenarnya aku merasa takut. Aku takut operasiku ini akan gagal. Aku takut impianku selama ini tak akan terwujud.” kataku ragu.
            “Indah, kau harus percaya dan yakinlah kalau kau akan segera bisa melihat. Ingat Indah, begitu banyak orang yang membutuhkanmu saat ini. Kau anak tunggal, suatu saat nanti orang tuamu pasti akan sangat membutuhkan mu untuk merawat dan menggantikannya kelak. Kuatkan dirimu, aku sangat yakin kalau operasi ini akan berhasil dan berjalan lancar seperti yang kau harapkan.” Anugrah mencoba meyakinkanku.
            “Iya. Aku harap begitu. Karena aku sudah tak sabar ingin melihat wajahmu yang panuan itu. Hehehe,,,, bercanda deh….!” Candaku.
            “Enak aja bilang aku panuan. Nanti kalau kamu sudah melihat aku, pasti kamu langsung kaget dan terpesona dengan wajahku yang memang mirip Daniel Redcliffe ini. Hehehhe,,,, “ jawabnya membalas.
            “Iya mirip Daniel Redcliffe kalo dilihat dari dasar danau ini. Hahaha,,,, “
            “Emang kamu beneran mau lihat aku dari dasar danau ini? Mamang kamu bisa renang? Bisa-bisa malah nanti kamu dimakan hiu penunggu danau ini.”
            “Memang ada hiu yang hidup di danau? Kalaupun ada, pasti hiu itu nyasar deh. Ah…. Ada-ada saja kamu ini.”
            Tawa kamipun pecah karena candaan tersebut. Hamper satu jam kami menghabiskan waktu untuk bercanda. Hingga akhirnya kami terdiam sejenak.
            “Jika operasiku berhasil, aku ingin kamu yang jadi orang pertama yang akan ku lihat nanti, aku ingin kau berada didepanku saat ku membuka mata, aku ingin kau menemaniku disaat terpenting dalam hidupku nanti. Kau sangat berarti untukku Anugrah.” kataku memecah keheningan saat itu.
            “Tentu Indah, aku akan menemanimu. Aku akan berada disampingmu, kau tak perlu khawatir Indah.” sambil memegang tanganku, dia mencoba meyakinkan ku.
            “Tapi aku takut kau akan meninggalkan ku.” aku mulai meneteskan air mata.
            “Tidak Indah, percayalah pada ku. Ada atau tidak adanya aku, operasimu pasti akan berhasil. Percayalah!”
            Hari yang kunanti telah tiba. Operasiku akan dimulai siang ini. Anugrah menemaniku sampai ke ruang operasi. Aku takut. Ku harap operasi ini akan berhasil. Orang tuaku juga menemaniku saat itu. Hati ini terasa berdebar. Perasaanku campur aduk. Dokterpun juga telah siap. Dan aku sudah lengkap menggunakan baju untuk operasi. Dan operasipun telah dimulai. Operasiku ini telah berjalan dengan lancar selama beberapa jam. Aku mulai tersadar setelah sempat tak sadarkan diri. Saat aku tersadar, kondisi mataku masih tertutup oleh kain kasa. Butuh beberapa hari untuk membuka balutan ini pasca operasi. Yang aku heran, aku sama sekali belum melihat sosok Anugrah pasca operasiku ini.
Beberapa hari telah berlalu. Bahkan Anugrah tak mengetahui kalau sore Ini balutan yang ada di mata ku sudah bisa dilepas. Dia sama sekali tak menjenguk ku. Aku bimbang dan bertanya-tanya. Kemana dia? Mengapa dia tak pernah menjenguk ku? Apakah dia sudah melupakanku? Mengapa dia meninggalkan ku dan tak menepati janjinya pada ku yang pernah dikatakannya dulu? Aku sangat berharap dia ada disini menemaniku. Ingin rasanya ku menunggunya. Aku ingin balutan ini di buka pada saat Anugrah menjengukku nanti. Tapi orang tuaku tentu tak setuju dengan hal ini. Perlahan dokter mulai membuka pembalut di mata ku ini. Dan perlahan akupun mulai membuka mata. Sedikit demi sedikit mulai ku lihat seberkas cahaya yang menyilaukan. Cahaya itu mulai jelas. Nampak wajah kedua orang tuaku yang tersenyum cerah, ada dokter beserta susternya nampak disampingku. Operasiku berhasil. Aku bisa melihat. Seharusnya saat itu aku bahagia, tapi tidak yang ku rasa. Aku justru merasa sangat sedih tanpa kehadiran Anugrah disampingku. Harapanku ingin melihat sosok Anugrah kini telah pupus. Tak ada tanda-tanda akan kehadirannya menemaniku.
Hari berganti hari, minggu berganti minggu, dan bulan berganti bulan. Dua bulan lebih aku tak melihat sosok yang aku impikan. Aku mulai mencari, tapi tak satu informasipun yang aku dapat. Sampai suatu hari aku menangis tak kuat menahan semua ini. Orang tuaku mulai mendekatiku dan menanyakan alasan mengapa dua bulan terakhir ini aku selalu menangis.
“Indah, apa yang sebenarnya terjadi pada mu? Mengapa semenjak operasi itu kamu selalu murung dan bersedih?” tanya orang tuaku.
“Tidak apa-apa ayah. Ayah dan bunda tak perlu mengkhawatirkan aku.” jawabku.
“Tapi anak ku, ayah dan bunda sangat mengkhawatirkan keadaan mu. Jika kamu ada masalah, bicarakan saja na. Mungkin kita dapat sedikit membantu.”
“Aku sangat sedih bunda, karena aku merasa kehilangan Anugrah sahabat terbaik ku. Terakhir aku melihat dia pada saat akan mengantarkan aku ke ruang operasi itu. Setelah itu dia sama sekali tak memberi kabar pada ku. Sampai sekarang aku tak tahu dimana keberadaan dia.” kata ku sambil menangis dan memeluk bunda ku.
Suasana hening sejenak. Ayah dan bunda saling menatap satu sama lain. Sepertinya mereka menyembunyikan sesuatu dari ku dan ingin segera membicarakannya pada ku.
“Indah, ayah dan bunda ingin berkata jujur pada mu.” bunda memulai pembicaraan. Wajahnya tampak serius dan sedih. Sepertinya beliau ingin membicarakan hal yang penting.
“Apa itu bunda?” tanya ku penasaran.
“Sebenarnya ayah dan bunda sangat bersalah pada mu.” bunda berbicara dengan nada yang berat.
“Apa itu bunda? Katakan pada ku.” tanya tak sabar.
“Sebenarnya, pertemuan mu dengan Anugrah telah disengaja dan telah direncanakan sebelumnya.” sambung ayah ku.
“Apa maksud ayah telah direncanakan? Aku masih belum mengerti.” tanyaku semakin heran.
“Ya, pertemuan mu dengan Anugrah telah direncanakan sejak awal Tadinya ayah bertemu dengan dia di jalan. Dia adalah seorang pengamen. Dan pada akhirnya ayah memberikan suatu tawaran kerjasama dengannya. Yaitu menawarkan kerjasama agar dia mau mendonorkan korneanya untuk mud an ayah akan memberinya uang berapapun yang dia mau. Dan karena dia sangat membutuhkan uang itu, dia menerima tawaran itu. Dia menandatangani surat perjanjian dengan ayah. Sambil menunggu pemeriksaan kecocokan kornea dia dengan mu, ayah menyuruhnya untuk menemanimu sementara sebelum operasi itu terjadi. Sampai akhirnya, surat keterangan dokter menyatakan kecocokan kornea itu. Dan pada saat operasi itu tiba, ayah ingin dia pergi dari kehidupan mu.” Ayah menjelaskan.
Mendengar keterangan ayah itu, aku sangat terpukul. Aku menangis dan bahkan sulit untuk mempercayainya. Ternyata selama ini aku salah. Anugrah tak tulus bersahabat dengan ku. Dia melakukan semua ini agar dapat mendapatkan uang secara instan. Tapi yang tak habis piker, kenapa dia rela menjual kornea matanya hanya demi uang?
“Kenapa ayah tega melakukan semua ini pada ku? Dimana hati nurani ayah?” suaraku lirih.
“Maafkan ayahmu ini nak. Semua ini ayah lakukan demi kamu, demi masa depan mu. Suatu saat nanti, perusahaan ayah akan membutuhkan mu untuk menggantikan ayah nak.”
Tetap ku tak bisa menerima semua alasan ini. Ternyata kornea mata yang ku miliki ini adalah milik Anugrah yang dijualnya pada ayah. Rasanya ingin ku kembalikan kornea ini padanya. Andai aku bisa. Tapi bagaimanapun juga, Anugrah adalah pahlawan ku. Mungkin ada suatu alasan yang kuat dia melakukan semua ini. Kornea ini adalah anugrah yang sangat berharga bagi ku. Aku akan menjaga semua pengorbanan Anugrah slama ini, walau ku tau, dia tak tulus melakukannya pada ku.
-SEKIAN-
by: Oktafiani Berliansari

Read Users' Comments (0)

puisi sepiku


Read Users' Comments (0)

katanya

hmM ,,,
denger" nih, kata Raditya Dika si kambing jantan itu loh yang iseng-iseng nulis di blog eh ternyata dari iseng-isengnya itu membwa dyy dinobatkan menjadi blogger terbaik thn 2004 kalo kagak salah yak???
katanya sih blogger itu berfungsi sbg "buku harian" modern yak????
ya jjr adja, gw mah kagak begitu ngarti fungsinya, gw cuma ngikut arus globalisasi adja bear tambah gaul gitu. hehehe,,,,
tapi,,,temen" gw memanfaatkan fasilitas blogger cuma wad ngenyimpen data cerpen, puisi, n karya"nya gitu seh. mereka kagag pernah tuh gunaind blogger wad catatan harian kyk bang radith gitoo.
n gw piker" agee, kalo catatan harian di blogger, kemungkinan besar rahasia qt bisa kebuka dunk???
hwehuhe,,,,

Read Users' Comments (0)

the beginning

hay ,,, nama gw Oktafiani Berliansari tapi biasa dipanggil AAN. ttl: ponorogo, 18 oktober 1994. sekarang masih duduk di class X SMAZAM. gw buad blog ini karena gw terinspirasi bgt ma Raditya Dika. ya ,,, cpa tau adja gw bisa ketularand sucses kyk dyy melalui blogger ini. tapi, yang jadi hambatan gw saat ini adalh gw jarang bgt bwd postingan. gw males bgt k warnet (padahal warnetnya deket bgt ma rumah).
'kenapa males???' -ya males adja, males jalan, males buka pintu, males dandan, n yang paling gw malesin adalah males BAYAR. hehehe ,,,
'lah teuz skarang khand juga ngenet' -hahaha ,kagak lakh ,,gw ni ngenet tanpa kluar rmh. ni gw make jasa MODEM. hehehe ,jadi kagak perlu deh kluar rmh.
'tapi khand tetep mbayar????' -eya yang ngebayarind khand bokap, bukan gw. hehehe
y dah deh, cukup segini adja postingan awal gw, ni gw gee mo fb_an dulu yak. untuk postingan selanjutnya, ya ditunggu adja deh ,,!!! (kalo agee mood) hehehe ,, geblek

Read Users' Comments (0)

hallooo semuanya ,,,,,
seneng dee gabung di blogspot,,,
semoga banyak membawa manfaat yaa,,,, :-)
thanks ,, ;-)



salam terhangat

CONAN lovers

Read Users' Comments (0)